Kabarnanggroe.com, Bologna – Roberto Mancini merasa timnas Italia masih diselimuti kemuraman. Rentetan kegagalan bikin Azzurri bermain ditemani rasa gugup.
Italia menyentuh titik terendah dalam sejarah sepakbolanya usai tiga kali gagal lolos Piala Dunia. Mereka absen berturut-turut di 2018, 2022, dan 2026 lalu.
Itu menandai penurunan level yang drastis buat negara pemilik empat titel Piala Dunia tersebut.
Rangkaian kegagalan ini memicu perdebatan besar di Italia dan desakan untuk dilakukannya perubahan radikal.
Di level timnas, rangkaian kegagalan ini bikin skuad Italia bermain dengan rasa gugup dan takut sebab amat rentan disoroti.
Pelatih Italia Roberto Mancini mengakui butuh waktu untuk membangun atmosfer positif.
“Terlalu banyak rasa gugup di sekitar tim nasional untuk saat ini, tapi kami mesti tetap tenang. Kami cuma perlu waktu untuk bekerja dan mengembangkan diri,” ungkap eks pelatih Inter Milan dan Manchester City ini dikutip ESPN.
“Kalau kami bisa bermain baik dan menang, maka keadaan akan berubah. Kami tak boleh terlalu antusias saat menang juga tak boleh terlalu murung saat kalah.”
“Hal paling pentingnya adalah melawan Turki lalu, kami bermain bagus. Saya juga ingin bilang melawan Belgia tidak seburuk itu, kami menunjukkan momen-momen menarik di babak kedua,” tambahnya.
Italia memang mengawali laga pertama UEFA Nations League 2026/2027 dengan kekalahan 0-2 dari Belgia.
Tapi, setelah itu mereka menang 4-1 atas Turki, seri 1-1 dengan Prancis, sebelum menaklukkan Turki 3-1, Selasa (6/10/2026) dini hari WIB.(Muh/*)






