Kabarnanggroe.com, Aceh Besar – Minggu, 27 September 2026, Komunitas Anak FISIP Asal Sumatera Utara (KAPAS) Universitas Syiah Kuala kembali menggelar kegiatan penyambutan mahasiswa baru bertajuk Gema Keakraban dan Mangulosi Mahasiswa Baru Sumatera Utara di Pantai krueng lepung, Aceh Besar.
Dengan tema OPUNG SARI, obrolan penuh ungkapan silaturahmi antar generasi merangkul yang baru menguatkan yang lama dalam hangatnya keluarga besar kapas usk. Kegiatan ini menjadi tradisi penting dalam menyambut KAPAS Muda angkatan 2026, sekaligus memperkuat ikatan budaya dan solidaritas di tengah kehidupan kampus yang dinamis.
Kegiatan dimulai sejak pagi dengan titik kumpul di lapangan tugu USK, dilanjutkan perjalanan bersama menuju lokasi. Di bawah langit cerah dan suasana pantai yang syahdu, acara dibuka oleh MC dengan khidmat melalui pembacaan doa, lantunan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars KAPAS.

Dalam laporan kegiatan, Ketua Panitia Raihan Nakhwah menyampaikan bahwa acara berjalan dengan sangat lancar dan dihadiri banyak tamu undangan dari beberapa badko dan Organisasi Mahasiswa di FISIP, yakni Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) serta Himpunan Mahasiswa Kristiani Universitas Syiah Kuala (HIMKUS).
Saya merasa bangga dan terharu karena acara ini telah sukses dilaksakan dan ada beberapa detail kecil yang menjadi pembeda dengan Gekambasu tahun lalu. Tidak lupa juga ucapan terimakasih serta apresiasi terhadap seluruh panitia yang telah bekerja sama dengan baik dan loyal dalam menyusun acara ini berjalan dengan cukup baik dan lancar.” Tutur Raihan

Kata sambutan dari Ketua Umum KAPAS, Mhd Amrullah, menjadikan momen suasana yang menyentuh banyak hati dan tepuk riuh. Ia menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak lepas oleh seluruh kontribusi leting, demisoner, ataupun alumni mulai dari dukungan, pikiran, logistik, ataupun tenaga. ” Jagalah rumah ini rawatlah rumah ini berkembang, berproses dan melenting lah setinggi tingginya.
Membangun sebuah rumah dengan fondasi yang kuat tidak bisa dengan waktu yang cepat dan singkat melainkan memakan waktu dan proses yang panjang untuk dapat menjadi sebuah rumah yang kokoh dan menjadi naungan untuk seluruh mahasiswa perantau terkhusus mahasiswa fisip asal sumatera utara.

Jadi jagalah rumah seutuh utuhnya jangan mudah terkena propaganda dan provokasi dari orang orang yang tidak suka melihat kapas selalu tumbuh berproses menjadi yang terbaik karena dari rumah inilah orang orang hebat itu tercipta.
Jangan pernah takut dan ragu untuk datang bergabung menjadi bagian dari keluarga besar KAPAS USK karena di kapas apapun yang kalian perlukan, butuhkan, dan cari akan selalu di usahakan dan selalu ada bahkan jika hanya dua butir nasi pun yang kami punya kami akan memberikannya untuk kalian”, Pungkas Amru
Rangkaian kegiatan edukatif dilanjutkan dengan sesi pengenalan KAPAS dan sesi tanya jawab seputaran tentang organisasi paguyuban kapas mulai dari visi misi, program kerja dan evaluasi dari mahasiswa baru untuk kapas kedepannya.
Lalu dilanjutkan dengan pengenalan dari masing masing letting dan ISHOMA setelah ishoma kegiatan acara dilanjut dengan kegiatan inti yang sangat sakral pada acara ini yaitu prosesi “ MANGULOSI” untuk mahasiswa baru asal Sumatera utara. Ulos disematkan yang Dimana hal ini sebagai bentuk doa, rasa Syukur dan syarat sah diterimanya mereka sebagai bagian dari keluarga besar KAPAS USK.

Kegiatan juga diwarnai dengan sesi mentoring yang terdiri dari lima pos, Pos paling penting yaitu pos etika dan adab Pada pos tersebut semua letting yang ada pada acara itu mulai dari letting 23,24,25,dan 26 duduk melebur menjadi satu dan di mentoring oleh senior KAPAS USK.
Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan permainan. Permainan yang dirancang untuk mencairkan suasana, mempererat hubungan, dan membangun kepercayaan antar anggota KAPAS. Momen ini menjadi ruang bagi mahasiswa baru untuk saling mengenal, tertawa bersama, dan merasakan hangatnya kebersamaan dalam komunitas.
Puncak acara ditandai dengan penerimaan mahasiswa baru yang dibawakan oleh ketua umum KAPAS USK dan dilanjutkan dengan after party seluruh anggota KAPAS USK membentuk lingkaran besar lalu menortor bersama lalu Diiringi musik tortor dan gerakan manortor, suasana menjadi haru dan penuh kebanggaan. Tradisi ini menjadi pengingat bahwa di tengah rantau, mahasiswa asal Sumatera Utara memiliki rumah dan keluarga yang siap mendukung.
Kegiatan ditutup dengan refleksi bersama dan sesi foto sebagai dokumentasi kebersamaan. Gema Keakraban dan Mangulosi bukan hanya menjadi titik awal perjalanan mahasiswa baru, tetapi juga menjadi penegasan bahwa proses bertumbuh di kampus akan selalu lebih bermakna jika dijalani bersama.(*)






