Sambut Hari Tani, Pemkab Aceh Barat Bagikan 420 Unit Alsintan untuk Petani

Bupati Aceh Barat, Tarmizi melakukan ujicoba mesin traktor bantuan Kementerian Pertanian Republik Indonesia, sebelum disalurkan kepada kelompok tani di halaman belakang Dinas Pertanian Tanaman Pangan Hortikultura setempat di Meulaboh, hingga Kamis (24/9/2026). FOTO/ANTARA

Kabarnanggroe.com, Meulaboh – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat menyalurkan sebanyak 420 unit alat dan  mesin  pertanian (alsintan) kepada para petani sebagai upaya meningkatkan produksi padi di wilayah tersebut.

“Bantuan ini diserahkan untuk mendorong peningkatan produksi pertanian serta membangkitkan semangat para petani lokal dalam meningkat hasil panen khususnya tanaman padi,” kata Bupati Aceh Barat Tarmizi di Aceh Barat, Kamis (24/9/2026).

Ia menjelaskan, bantuan yang disalurkan mencakup berbagai jenis mesin pertanian, seperti mesin combine harvester, traktor roda dua, traktor roda empat, thresher (mesin perontok), serta sekitar 200 unit pompa air untuk mengaliri air ke sawah.

Tarmizi mengatakan jumlah alsintan yang dibagikan tahun ini mengalami peningkatan drastis dibandingkan tahun lalu, di mana sebelumnya traktor roda dua hanya ada 22 unit dan traktor roda empat 10 unit.

“Tahun ini kita targetkan untuk mengejar peningkatan produksi,” ujar Tarmizi.

Selain membagikan bantuan alat pertanian, Pemkab Aceh Barat juga menargetkan penyelesaian perbaikan lahan sawah seluas 1.200 hektar yang sebelumnya terdampak bencana banjir.

Guna menghindari monopoli oleh kelompok tertentu seperti tahun-tahun sebelumnya, Pemkab Aceh Barat melibatkan para Keuchik (kepala desa) dalam penyerahan bantuan ini.

Tarmizi menjelaskan bahwa sistem pembagian kini dilakukan per desa karena dalam satu desa terdapat beberapa kelompok tani.

Sedangkan pengelolaannya diserahkan kepada masyarakat dan desa dengan penanggung jawab kepala bersama kelompok-kelompok tani.

“Alat pertanian ini sifatnya gratis untuk meringankan biaya operasional petani. Petani tidak perlu lagi menyewa, cukup mengumpulkan uang secara swadaya untuk membeli bahan bakar,” jelasnya.

Penyaluran alsintan ini difokuskan secara merata ke hampir seluruh kecamatan, terutama wilayah yang sebelumnya terdampak banjir. Dari 12 kecamatan di Aceh Barat, terdapat 10 kecamatan yang sempat dilanda banjir.

Bupati Tarmizi juga menegaskan komitmen Pemkab dalam mengawasi penggunaan bantuan alsintan ini. Pihaknya tidak akan mentolerir jika ada oknum yang mencoba memperjualbelikan atau membawa bantuan tersebut keluar dari daerah.

“Jika ada yang menjual atau membawa alat ini ke daerah lain, akan langsung kita proses secara hukum. Tim penyuluh di lapangan, perangkat gampong, Muspika, hingga Dinas  Pertanian akan mengawasi secara ketat. Jangan sampai ada penjualan, bahkan keributan antar warga di gampong gara-gara alat ini pun tidak boleh terjadi,” tegas Tarmizi.(Muh/*)