Kabarnanggroe.com, Jakarta – Jet tempur Aliansi Pertahanan Negara Atlantik Utara ( NATO ) menembak jatuh sebuah drone di atas wilayah Lituania, Selasa (15/9/2026).
Presiden Lituania Gitanas Nauseda mengatakan kejadian ini menjadi yang terbaru dalam serangkaian kejadian keamanan di wilayah timur Eropa saat perang Rusia dan Ukraina masih berkecamuk.
“Drone yang baru saja memasuki wilayah udara Lituania telah dihancurkan oleh jet tempur NATO,” tulis Nauseda dalam sebuah unggahan di X.
“Dengan Rusia yang semakin mengintensifkan agresinya terhadap Ukraina, kesiapsiagaan seperti ini sangat penting bagi kawasan kita,” tambahnya seperti dikutip AFP .
Lituania, Latvia, dan Estonia-negara-negara anggota NATO yang berbagi perbatasan panjang dengan Rusia-secara rutin melaporkan pelanggaran wilayah udara oleh drone sejak Moskow melancarkan invasi skala penuh ke Ukraina pada tahun 2022.
Menurut radio nasional Lituania LRT , yang mengutip data awal dari Pusat Manajemen Krisis Nasional (NKVC), drone tersebut datang dari negara tetangga, Belarus, dan bergerak ke arah barat.
Drone itu jatuh di wilayah pedesaan dekat Danau Kaunas, di bagian tengah negara tersebut, tambah stasiun penyiaran itu.
Menteri Luar Negeri Lituania Kestutis Budrys dalam unggahan di X mengucapkan terima kasih kepada para sekutu “yang kehadirannya membantu melindungi wilayah udara kami dan memperkuat keamanan kami”.
“Ini adalah contoh terbaik persatuan dan keteguhan Sekutu dalam tindakan-mengirimkan pesan yang jelas bahwa NATO tetap waspada, berkomitmen, dan siap,” tambahnya.
Polandia juga mengumumkan bahwa “operasi penerbangan” telah dimulai di wilayah udaranya “akibat aktivitas kendaraan udara tak berawak bertenaga jet milik Federasi Rusia yang melakukan serangan terhadap wilayah Ukraina”.
Langkah tersebut bersifat “preventif” dan bertujuan untuk “mengamankan wilayah udara serta melindunginya, khususnya di wilayah yang bertabrakan dengan kawasan yang terancam”, tambah Polandia.
Pelanggaran wilayah udara tersebut terjadi ketika Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan negaranya siap mengambil “langkah-langkah untuk meredakan ketegangan” jika Rusia melakukan hal yang sama.
Pernyataan itu disampaikan setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kedua pihak yang bertikai telah sepakat untuk menghentikan serangan terhadap fasilitas energi satu sama lain.
Pasukan Ukraina terus melancarkan serangan jarak jauh terhadap sasaran militer Rusia di Krasnodar Krai sepanjang malam, sementara Rusia meluncurkan 102 drone ke Ukraina.(Muh/*)






