Kabarnanggroe.com, BANDA ACEH — Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) menggelar acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Babul Mawaddah, Makodam IM, Banda Aceh. Selasa, (15/9/2026)
Kegiatan yang berlangsung penuh khidmat ini dihadiri oleh Panglima Kodam Iskandar Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, para pejabat utama, Prajurit, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di lingkungan Kodam IM, serta pengurus Persit Kartika Chandra Kirana.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan shalawat bersama, dilanjutkan dengan sambutan dari Pangdam IM serta ceramah agama yang disampaikan oleh penceramah kondang Aceh, H. Abrar Zym, S.Ag., M.H.

Dalam sambutannya, Pangdam Iskandar Muda Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo, S.I.P, menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi bukan sekadar tradisi keagamaan tahunan, melainkan momentum penting untuk mengintrospeksi diri dan memperkuat komitmen prajurit dalam meneladani kepemimpinan serta akhlak Rasulullah SAW.
“Rasulullah SAW adalah teladan terbaik dalam setiap aspek kehidupan, baik sebagai pemimpin, prajurit perang yang tangguh, maupun sebagai pribadi yang berbudi pekerti luhur. Nilai-nilai keteladanan inilah yang harus kita implementasikan dalam menjalankan tugas pokok menjaga kedaulatan bangsa dan melayani masyarakat,” ujar Pangdam IM.

Sementara itu, H. Abrar Zym, S.Ag., M.H. dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjaga persatuan, moralitas, dan integritas di tengah tantangan zaman. Ia mengingatkan bahwa keberhasilan seorang prajurit tidak hanya diukur dari kekuatan fisik dan ketangkasan militer, tetapi juga dari keimanan dan ketakwaan yang melandasi setiap tindakannya.
“Meneladani Nabi Muhammad SAW berarti menghadirkan sifat Siddiq (jujur), Amanah (terpercaya), Tabligh (menyampaikan kebenaran), dan Fathanah (bijaksana) dalam tugas sehari-hari. Jika nilai-nilai ini tertanam kuat pada setiap prajurit Kodam IM, maka kemanunggalan TNI dan rakyat akan semakin kokoh,” papar H. Abrar Zym di hadapan para jamaah.
Rangkaian kegiatan peringatan Maulid Nabi ini ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa, kedamaian di tanah Aceh, serta keberkahan bagi seluruh prajurit Kodam IM dalam menjalankan tugas negara.(*)






