Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Ketua TP PKK Aceh Besar Hj Rita Mayasari menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan dalam bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi sebagai bagian dari upaya memperkuat pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis yang tidak hanya terbatas pada lingkungan keluarga, tetapi juga dalam mendukung pembangunan di tingkat daerah hingga nasional.
“Perempuan memiliki peran yang sangat penting. Tidak hanya membangun keluarga, tetapi juga mendukung pembangunan di daerah, provinsi maupun bangsa. Karena itu, peningkatan kapasitas dan partisipasi perempuan di bidang politik, hukum, sosial dan ekonomi sangat penting,” ujarnya, saat membuka Sosialisasi Peningkatan Kapasitas dan Partisipasi Perempuan Bidang Politik, Hukum, Sosial dan Ekonomi, di Gedung UDKP Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Rabu (26/8/2026).
Dalam sosialisasi yang digelar Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBPP dan PA) Aceh Besar tersebut, Rita Mayasari menjelaskan, peningkatan kapasitas perempuan harus diikuti dengan kemampuan untuk memberikan manfaat bagi lingkungan. Perempuan tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus mampu menjadi pelaku yang ikut berkontribusi.
Dalam keluarga, lanjutnya, perempuan memiliki peran besar dalam mendidik dan membentuk karakter anak. Karena itu, peningkatan wawasan dan pengetahuan perempuan akan turut menentukan kualitas generasi yang akan datang.

Rita juga mengingatkan agar peningkatan pendidikan dan pengetahuan tidak dimaknai sebagai upaya untuk menempatkan perempuan lebih tinggi daripada laki-laki.
“Menuntut ilmu bukan untuk melangkahi laki-laki, tetapi untuk mendampingi laki-laki. Walaupun ilmu kita lebih tinggi, sebagai perempuan dan sebagai istri kita tidak boleh merendahkan laki-laki. Kita harus memahami batasan dan hakikat kita sebagai perempuan,” ungkapnya.
Selain ilmu pengetahuan, Rita menekankan pentingnya akhlak dalam kehidupan. Menurutnya, pendidikan yang tinggi harus berjalan seiring dengan sikap dan perilaku yang baik.
“Jangan sampai ilmunya tinggi, tetapi akhlaknya tidak ada. Itu sangat disayangkan, karena pada akhirnya yang utama adalah akhlak. Mau dihargai, maka hargailah orang lain. Itulah intinya,” tegasnya.

Hj Rita Mayasari juga mengajak para peserta untuk meneruskan pengetahuan yang diperoleh kepada masyarakat. Menurutnya, ilmu yang didapat dalam kegiatan tersebut tidak boleh berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi harus menjadi bekal untuk memberikan manfaat yang lebih luas.
“Kita berharap ilmu yang diperoleh melalui kegiatan ini tidak berhenti pada diri sendiri, tetapi dapat dibagikan dan memberikan manfaat bagi orang-orang di sekitarnya. Sebab, ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang mampu memberikan manfaat, baik bagi diri sendiri maupun lingkungan sekitar,” terangnya.
Sementara itu, Kepala DP2KBPP dan PA Aceh Besar Drs Fadhlan mengatakan kegiatan tersebut diikuti utusan berbagai organisasi perempuan serta organisasi yang memiliki perhatian terhadap pemberdayaan perempuan.
“Kegiatan ini dimaksudkan untuk membangun komunikasi, koordinasi dan kolaborasi seluruh organisasi perempuan yang ada di Aceh Besar agar bersama-sama berkontribusi meningkatkan kapasitas perempuan,” katanya.
Fadhlan menyebutkan, pemberdayaan perempuan juga dapat dilihat melalui sejumlah indikator, termasuk aspek pembangunan manusia dan keterwakilan perempuan dalam lembaga politik.
Ia mengatakan, keterwakilan perempuan di parlemen menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat pemberdayaan perempuan. Dari 40 anggota DPRK Aceh Besar, saat ini hanya terdapat dua anggota perempuan.

“Regulasi sebenarnya memberikan ruang keterwakilan perempuan sebesar 30 persen. Namun di Aceh Besar, dari 40 anggota DPRK, hanya dua yang perempuan. Ini menjadi salah satu indikator yang perlu kita perhatikan dalam upaya meningkatkan pemberdayaan perempuan,” tuturnya.
Menurut Fadhlan, keterlibatan perempuan juga perlu terus diperkuat dalam berbagai sektor, termasuk pemerintahan, organisasi sosial dan bidang ekonomi.
“Kita berharap kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkuat jejaring antarlembaga dan organisasi perempuan sehingga pemberdayaan perempuan di Aceh Besar dapat dilakukan secara lebih terarah dan berkelanjutan,” imbuhnya.
Sosialisasi tersebut menghadirkan tiga narasumber yakni Kabid Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan dan Keluarga DP3A Aceh, Dasrita Bakri SSi MPA, Anggota DPRK Aceh Besar Eka Rizkina, serta Dosen Fakultas Hukum USK.(Wahyu)






