Kadis Koperasi Banda Aceh Tegaskan Pemeriksaan KSP dan USP Diperkuat

Kadiskopukmdag Kota Banda Aceh Bukhari Sufi S.Sos, M.Si, FOTO/DOK DISKOPUKMDAG

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Kota Banda Aceh, Bukhari Sufi, S.Sos., M.Si, menegaskan bahwa pemeriksaan terhadap Koperasi Simpan Pinjam (KSP) dan Unit Simpan Pinjam (USP) terus diperkuat sebagai upaya meningkatkan kualitas tata kelola koperasi di daerah tersebut.

Menurut Bukhari, langkah ini merupakan bagian dari komitmen  pemerintah dalam mendorong koperasi agar lebih profesional, transparan, dan akuntabel, sekaligus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada para anggotanya.

“Kami ingin memastikan seluruh koperasi beroperasi sesuai regulasi serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada anggotanya. Pemeriksaan ini bukan semata pengawasan, tetapi juga bentuk pembinaan agar koperasi semakin sehat dan berkembang,” ujarnya, Senin (18/5/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan pemeriksaan yang dilakukan oleh Dinas Koperasi dan UKM Kota Banda Aceh juga menjadi sarana edukasi dan pendampingan bagi pengurus koperasi, khususnya dalam penyusunan laporan  keuangan yang akurat, tertib administrasi, serta penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaan dana anggota.

Menurutnya, masih terdapat koperasi yang perlu meningkatkan kapasitas dalam pengelolaan keuangan dan administrasi. Karena itu, pihaknya tidak hanya melakukan evaluasi, tetapi juga memberikan arahan langsung agar koperasi mampu memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Selain itu, Bukhari juga mengajak seluruh pengurus koperasi untuk lebih proaktif dalam melaporkan perkembangan usaha serta menjaga integritas dalam menjalankan organisasi. Transparansi dan akuntabilitas dinilai menjadi kunci utama dalam membangun kepercayaan anggota dan masyarakat terhadap koperasi.

“Kepercayaan adalah modal utama koperasi. Jika tata kelola baik, maka kepercayaan anggota akan meningkat dan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat,” tambahnya.

Melalui langkah ini,  Pemerintah Kota Banda Aceh berharap koperasi dapat berkembang menjadi lembaga keuangan berbasis anggota yang kuat, sehat, dan berdaya saing, sekaligus menjadi motor penggerak ekonomi rakyat di tingkat lokal.(Adv)