Kabarnanggroe.com, Takengon – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengungkap sejumlah faktor yang menyebabkan kelangkaan semen dan kenaikan harga di wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.
Meski harga semen di tingkat pabrik tidak mengalami kenaikan, terbatasnya pasokan membuat harga di pasaran melonjak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Aceh Tengah, Abrar Gunawan, mengatakan tingginya permintaan menjadi penyebab utama kelangkaan semen.
Kebutuhan material bangunan meningkat seiring banyaknya proyek pemerintah, pembangunan konstruksi, serta pembangunan kembali rumah-rumah masyarakat pascabencana alam.
“Permintaan semen di Aceh Tengah saat ini sangat tinggi, baik untuk proyek pemerintah maupun pembangunan rumah masyarakat pascabencana. Akibatnya, stok di tingkat distributor cepat habis karena tidak sebanding dengan kebutuhan,” kata Abrar Gunawan dalam program Halo RRI, Senin (3/8/2026).
Selain tingginya permintaan, distribusi semen ke Aceh Tengah juga menghadapi kendala.
Pasokan yang sepenuhnya bergantung pada jalur darat harus menyesuaikan kondisi infrastruktur jalan yang masih mengalami kerusakan akibat bencana alam.
Kondisi tersebut membuat kapasitas angkutan atau tonase yang dapat dibawa kendaraan menjadi terbatas.
Di sisi lain, kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar bersubsidi turut memperlambat proses distribusi semen ke daerah ini, sehingga pasokan yang masuk tidak mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Abrar menegaskan bahwa kenaikan harga bukan berasal dari pabrik semen. Menurutnya, harga di tingkat produsen masih stabil, namun terbatasnya pasokan menyebabkan harga di tingkat distributor dan pengecer meningkat.
“Harga pabrik tidak naik. Yang terjadi adalah kelangkaan pasokan di Aceh Tengah sehingga harga di lapangan menjadi lebih mahal,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah telah menurunkan tim untuk mengidentifikasi penyebab kelangkaan sekaligus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak guna mempercepat pemulihan pasokan.
“Saat ini kami terus berkoordinasi dengan pihak pabrik Semen Andalas di Lhoknga serta Ombudsman agar distribusi semen ke Aceh Tengah dapat kembali lancar, stok tersedia, dan harga kembali normal,” kata Abrar.
Kadis Perdagangan Aceh Tengah berharap upaya tersebut dapat segera mengatasi kelangkaan semen sehingga kebutuhan masyarakat maupun pelaksanaan berbagai proyek pembangunan di Aceh Tengah tidak lagi terganggu.(Muh/*)






