Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026, Majelis Kesejahteraan Sosial (MKS) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh bekerja sama dengan Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Kota Banda Aceh menyelenggarakan Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak (GACA), Sabtu (1/8/2026), di Aula Kampus Universitas Ahmad Dahlan Aceh, Punge Blang Cut.
Kegiatan ini menjadi wujud komitmen ‘Aisyiyah dalam mendukung pemenuhan hak anak melalui pendidikan karakter, penguatan nilai-nilai keislaman, serta pengembangan kreativitas dan potensi anak sejak usia dini.
Ratusan peserta mengikuti kegiatan yang diawali dengan registrasi, pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Lagu Indonesia Raya dan Mars ‘Aisyiyah, dan laporan Ketua Panitia yang disampaikan oleh Siti Hasanah, S.ST., MKM.
Dalam laporannya, Siti Hasanah mengungkapkan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa peringatan Hari Anak Nasional tidak sekadar agenda tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak-hak anak.
“Kami berharap kegiatan ini menjadi ruang yang aman, menyenangkan, dan bermakna bagi anak-anak untuk belajar, berkreasi, dan menumbuhkan rasa percaya diri. Ketika anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang penuh kasih sayang dan perlindungan, sejatinya kita sedang menyiapkan fondasi bagi lahirnya generasi Indonesia yang cerdas dan berkarakter,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Aceh, Ashraf, S.P, M.Si, dalam sambutannya menekankan pentingnya adab dalam pendidikan anak. Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terletak pada peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter.
“Di era digital, anak-anak sangat mudah mengakses berbagai informasi. Karena itu, pendidikan tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual. Yang paling utama adalah adab. Ilmu tanpa adab akan kehilangan arah, sedangkan adab akan membimbing ilmu agar memberi manfaat,” tegasnya.

Ashraf juga menekankan bahwa keluarga merupakan madrasah pertama bagi anak, sementara sekolah dan organisasi masyarakat berperan memperkuat pendidikan karakter yang telah dibangun di rumah. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan HAN sebagai momentum memperkuat kolaborasi dalam membina generasi yang cerdas, berakhlak mulia, dan peduli terhadap sesama.
Dalam kesempatan tersebut, Ashraf turut menggagas rencana pendirian Sekolah Dasar (SD) ‘Aisyiyah di Aceh sebagai bagian dari penguatan amal usaha di bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan dasar merupakan fase penting dalam pembentukan kepribadian anak.
“SD ‘Aisyiyah diharapkan mampu mengintegrasikan ilmu pengetahuan dengan pembentukan adab, pembiasaan ibadah, kepemimpinan, serta kepedulian sosial. Ini menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia Aceh yang berkemajuan,” tambahnya.
Usai pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan berbagai perlombaan, seperti lomba mewarnai, tahfidz Al-Qur’an Juz 30 (Surah An-Nas hingga Ad-Dhuha), story telling, dan estafet air dalam botol. Seluruh lomba dirancang untuk mengasah kreativitas, kemampuan komunikasi, kecintaan terhadap Al-Qur’an, dan menanamkan nilai sportivitas, disiplin, dan kerja sama.
Ketua MKS PWA Aceh, Oriza Saphrina, S.H, menyampaikan, Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak merupakan bagian dari ikhtiar menghadirkan ruang yang aman, edukatif, dan menyenangkan bagi anak-anak.
“Melalui GACA, kami berharap semangat perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak berhenti pada peringatan HAN saja, tetapi terus diwujudkan melalui program-program berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, GACA merupakan program Majelis Kesejahteraan Sosial ‘Aisyiyah yang bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap hak anak melalui kegiatan edukatif, kreatif, dan religius, sekaligus memperkuat peran keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berkemajuan.
Kegiatan ditutup dengan pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah kepada peserta terbaik. Keceriaan anak-anak dan antusiasme orang tua menjadi bukti bahwa peringatan Hari Anak Nasional mampu menjadi ruang kolaborasi positif antara keluarga, organisasi masyarakat, dan dunia pendidikan dalam mendukung tumbuh kembang anak. (Sayed M. Husen/Sy. Aini)






