Kabarnanggroe.com, Lhokseumawe – Fenomena kabut tipis atau kabut yang meringkuk Kota Lhokseumawe dalam beberapa hari terakhir merupakan kondisi cuaca yang dipengaruhi oleh tingginya kelembaban udara dan suhu yang relatif dingin pada malam hingga pagi hari.
Hal tersebut disampaikan Prakirawan BMKG Malikussaleh Aceh Utara, Febrianto. Menurutnya, kondisi tersebut memicu terjadinya proses kondensasi di lapisan udara dekat permukaan sehingga terbentuk kabut tipis pada pagi hari.
“fenomena mist biasanya disertai dengan penurunan jarak pandang (visibilitas) hingga berkisar antara satu sampai lima kilometer. Kondisi ini dapat mempengaruhi aktivitas masyarakat, terutama pengguna jalan pada pagi hari” ujar Febrianto Kamis (16/7/2026).
Ia menambahkan, kabut akan terjadi secara bertahap menghilang seiring meningkatnya suhu udara setelah matahari terbit. Memasuki siang hari, kondisi cuaca umumnya kembali normal dan jarak pandang menjadi lebih baik.
BMKG mengimbau masyarakat, khususnya para pengendara, agar meningkatkan kewaspadaan saat berkendara di pagi hari ketika kabut masih menyelamatkan sejumlah wilayah.
Masyarakat juga diharapkan terus menyimpan informasi cuaca resmi dari BMKG untuk mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer.(Muh/*)






