Kabarnanggroe.com, Subulussalam – Hari pertama masuk sekolah pascalibur panjang di Kota Subulussalam diwarnai kendala teknis pada program strategis nasional.
Sebanyak empat dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) kedapatan mogok dan belum bisa melayani siswa akibat tersangkut masalah keterlambatan pencairan anggaran.
Padahal, momentum kembalinya aktivitas persekolahan ini seharusnya ditandai dengan peluncuran menyeluruh program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi para pelajar.
Sejumlah dapur pemenuhan gizi di wilayah jangkauan Kota Subulussalam sebenarnya sudah mulai berdenyut kembali setelah sempat vakum selama sekitar dua pekan karena mengikuti kalender libur sekolah.
Namun, kesiapan operasional tersebut tidak berjalan merata di seluruh wilayah. Kepala Koordinator Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Subulussalam, Sartika Anggraini, membenarkan adanya hambatan tersebut.
Menurutnya, meskipun sebagian besar dapur gizi sudah berjalan normal, empat titik dapur terpaksa gigit jari karena pasokan dana operasional belum ditransfer ke rekening pengelola.
Pihak SPPG merincikan bahwa empat dapur yang lumpuh tersebut tersebar di tiga wilayah kecamatan strategis di Kota Subulussalam.
Kerinduan siswa untuk menikmati makan siang gratis pascalibur harus tertunda akibat kendala administratif yang membelit dapur-dapur tersebut.
Adapun sebaran titik fasilitas gizi yang belum beroperasi ini meliputi dua dapur yang berada di wilayah Kecamatan Simpang Kiri. Sementara itu, dua titik lainnya masing-masing berada di Kecamatan Penanggalan dan Kecamatan Rundeng.
Tersendatnya transfer dana ke pihak pengelola dapur ini diharapkan dapat segera diatasi oleh pihak terkait.
Pasalnya, keberadaan dapur gizi ini sangat krusial dalam menunjang konsentrasi belajar serta pemenuhan nutrisi anak-anak sekolah sejak hari pertama mereka kembali ke bangku kelas.(Muh/*)






