Kabarnanggroe.com, Aceh Besar — MAN 1 Aceh Besar resmi membuka kegiatan Masa Ta’aruf Murid Baru (Matamuda) Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Senin (13/7/2026). Kegiatan orientasi dan pengenalan lingkungan madrasah bagi peserta didik baru tersebut dibuka langsung oleh Kepala MAN 1 Aceh Besar, Arjuna, S.Pd., M.Pd.
Dalam sambutannya, Arjuna berharap seluruh siswa baru dapat mengikuti kegiatan Matamuda dengan baik dan penuh semangat. Menurutnya, kegiatan ini menjadi langkah awal bagi siswa untuk beradaptasi dengan lingkungan madrasah.
Ia juga mengajak peserta untuk mengenal guru, tenaga kependidikan, serta teman-teman baru. Selain itu, Matamuda menjadi sarana pembinaan karakter, pengembangan minat dan bakat, serta penguatan kompetensi melalui literasi.

Wakil Kepala Madrasah Bidang Kesiswaan sekaligus Ketua Panitia Matamuda, Muhammad Azhar, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa jumlah siswa baru MAN 1 Aceh Besar tahun pelajaran 2026/2027 mencapai 171 orang. Seluruh siswa tersebut terbagi ke dalam tujuh rombongan belajar.
Menurutnya, kegiatan Matamuda berlangsung selama empat hari dengan berbagai materi sesuai panduan Kementerian Agama. Materi yang diberikan meliputi pengenalan kemadrasahan, pembinaan karakter, penguatan literasi, Kurikulum Berbasis Cinta, madrasah sehat, aman, nyaman, dan menyenangkan, serta materi anti-bullying, BRUS, bahaya rokok dan narkoba, wawasan kebangsaan, moderasi beragama, program ASRI/Ekoteologi, hingga Pentas Ekspresi Murid Baru.

Salah satu narasumber Matamuda, Ansar Salihin, S.Sn., M.Sn., Penggiat Literasi Nasional sekaligus guru MAN 1 Aceh Besar, menyampaikan materi tentang pentingnya literasi dalam pendidikan. Materi yang disampaikan mencakup literasi dasar, literasi digital, dan literasi media yang semakin penting di era informasi saat ini.
Menurut Ansar, literasi merupakan kemampuan menerima, mengolah, dan menyampaikan informasi dengan baik. “Jika sumber informasi yang kita konsumsi adalah buku dan pengetahuan, maka yang lahir adalah ilmu dan karya. Namun jika sumber informasi didominasi oleh game dan konten yang kurang bermanfaat, maka hal itulah yang akan kita hasilkan. Melalui literasi, kita akan menjadi pembelajar sepanjang hayat yang ilmunya bermanfaat bagi masa depan,” ujarnya.(Herman/*)






