Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr. Musriadi Aswad, M.Pd., menegaskan pentingnya peran masyarakat gampong dalam upaya pencegahan dan penurunan angka stunting di Kota Banda Aceh.
Hal tersebut disampaikannya saat memberikan materi dan sekaligus menutup Sosialisasi Pencegahan dan Penurunan Stunting bagi masyarakat gampong di Kota Banda Aceh yang digelar Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, di Hotel Hanifi, Banda Aceh, Selasa (30/06/2026) sore.

Dalam pemaparannya, Musriadi menyebutkan bahwa stunting merupakan persoalan serius yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas generasi mendatang. Ia menilai, penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan semua elemen masyarakat.
“Stunting ini bukan hanya soal tinggi badan anak yang kurang, tetapi menyangkut perkembangan otak dan masa depan generasi kita. Kalau tidak kita tangani bersama, ini akan menjadi masalah besar bagi bangsa,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya pencegahan harus dimulai sejak dini, bahkan sejak masa kehamilan. Menurutnya, pemenuhan gizi ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, serta pola asuh yang tepat menjadi faktor utama dalam menekan angka stunting.
“Perhatian terhadap ibu hamil itu sangat penting. Asupan gizi harus terjaga, pemeriksaan rutin harus dilakukan, dan setelah bayi lahir, pemberian ASI eksklusif wajib menjadi prioritas,” jelasnya.
Lebih lanjut, Musriadi juga menekankan pentingnya edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Ia berharap para peserta sosialisasi tidak hanya memahami materi, tetapi juga mampu menyebarkan informasi tersebut di lingkungan masing-masing.
“Kami berharap bapak dan ibu yang hadir di sini bisa menjadi perpanjangan tangan pemerintah. Sampaikan kembali kepada masyarakat di gampong, agar kesadaran bersama bisa terbentuk,” katanya.
Dr Musriadi MPd menegaskan bahwa pemerintah terus berupaya menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

“Kita tidak bisa menutup mata bahwa masih ada keterbatasan di lapangan. Namun, pemerintah terus berupaya menghadirkan solusi, baik melalui program bantuan, edukasi, maupun pendampingan,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa keberhasilan program penurunan stunting sangat bergantung pada komitmen bersama antara pemerintah dan masyarakat.
“Kalau hanya pemerintah yang bergerak, hasilnya tidak akan maksimal. Tapi kalau masyarakat ikut terlibat aktif, saya yakin angka stunting di Banda Aceh bisa kita tekan secara signifikan,” tegasnya.
Acara kemudian ditutup secara resmi oleh Wakil Ketua DPRK Banda Aceh tersebut, yang dilanjutkan dengan sesi foto bersama seluruh peserta sebagai bentuk kebersamaan dan komitmen dalam mendukung program penurunan stunting.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman masyarakat semakin meningkat sehingga upaya pencegahan stunting dapat berjalan lebih optimal, terarah, dan berkelanjutan di tingkat gampong.(Rnld)






