Kabarnanggroe.com, Houston – Kapten tim nasional Portugal, Cristiano Ronaldo, mengakui timnya tidak mendapatkan hasil yang diharapkan setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Republik Demokratik Kongo pada laga perdana Grup K Piala Dunia 2026 di Stadion Houston, Kamis, (18/06/2026).
Portugal yang datang sebagai salah satu favorit juara sebenarnya memulai pertandingan dengan baik. Gol cepat yang dicetak João Neves pada menit keenam sempat membawa Selecao unggul. Namun keunggulan tersebut sirna menjelang turun minum setelah Yoane Wissa mencetak gol penyama kedudukan pada masa injury time babak pertama.
Meski kecewa dengan hasil tersebut, Ronaldo tetap optimistis peluang Portugal untuk melangkah jauh di turnamen masih terbuka lebar. “Bukan awal yang kami inginkan, tetapi ini masih jauh dari selesai,” tulis Ronaldo melalui akun Instagram resminya. Ia juga mengajak rekan-rekannya untuk segera bangkit dan fokus menghadapi laga berikutnya.
Pertandingan ini juga menjadi catatan bersejarah bagi Ronaldo. Pada usia 41 tahun, ia tampil di Piala Dunia keenam sepanjang kariernya, menyamai rekor penampilan terbanyak di ajang tersebut. Laga kontra DR Kongo sekaligus menjadi penampilan ke-229 bersama tim nasional Portugal sejak debutnya pada 2003.
Hasil imbang tersebut membuat Portugal berada di bawah tekanan untuk meraih kemenangan pada pertandingan kedua Grup K saat menghadapi Uzbekistan pekan depan. Tambahan tiga poin menjadi target penting demi menjaga peluang lolos ke fase gugur.
Sementara itu, pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai timnya kehilangan momentum setelah berhasil mencetak gol cepat. Menurutnya, gol pembuka seharusnya menjadi titik awal bagi Portugal untuk menguasai pertandingan, namun justru sebaliknya.
“Mencetak gol seharusnya menjadi momen yang luar biasa, tetapi kenyataannya tidak demikian. Kami kehilangan kedalaman serangan, kehilangan kelancaran dalam penguasaan bola, dan membiarkan lawan kembali menemukan ritme permainan mereka,” ujar Martinez.
Martinez menambahkan bahwa meningkatnya kepercayaan diri para pemain DR Kongo setelah gol penyeimbang membuat pertandingan berjalan semakin sulit bagi Portugal.
“Kepercayaan diri yang mereka dapatkan setelah gol itu membuat pertandingan menjadi sangat sulit. Namun memang seperti itulah Piala Dunia, setiap tim mampu memberikan perlawanan yang berat,” katanya.
Bagi DR Kongo, hasil ini menjadi pencapaian bersejarah. Mereka berhasil meraih poin pertama sepanjang keikutsertaan di putaran final Piala Dunia sekaligus menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim unggulan dunia.






