Kabarnanggroe.com, Jakarta – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat realisasi produksi gas bumi nasional hingga 31 Mei 2026 mencapai 5.207 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).
Capaian ini setara 94,5% dari target lifting gas yang ditetapkan di APBN 2026 sebesar 5.508 MMSCFD.
Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menyampaikan bahwa kinerja produksi gas nasional hingga lima bulan pertama pada tahun ini sudah mendekati target yang telah ditetapkan oleh pemerintah.
“Untuk gas, alhamdulillah kita hampir mencapai target, kita rata-rata sudah mencapai 95% dari target APBN, dan ke depan akan terus meningkat mencapai target APBN,” ujar Djoko dalam RDP bersama Komisi XII DPR RI, dikutip Selasa (9/6/2026).
Berdasarkan bahan paparan SKK Migas, total produksi gas nasional secara bruto (real production year to date/YTD) mencapai 6.550 MMSCFD. Sementara volume gas yang berhasil disalurkan mencapai 5.207 MMSCFD.
Dari sisi Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), BP Berau Ltd. masih menjadi “juragan gas” terbesar di Indonesia. Perusahaan ini mencatat realisasi salur gas mencapai 1.494 MMSCFD atau setara 96,4% dari target yang ditetapkan.
Berikut urutan 20 KKKS produsen gas terbesar di Indonesia berdasarkan realisasi salur gas (Real Salur YTD) hingga 31 Mei 2026:
1. BP Berau Ltd. sebesar 1.494 MMSCFD.
2. PT Pertamina EP sebesar 555 MMSCFD.
3. ENI East Sepinggan Ltd. sebesar 474 MMSCFD.
4. Medco E&P Grissik Ltd. sebesar 458 MMSCFD.
5. PT Pertamina Hulu Mahakam sebesar 364 MMSCFD.
6. JOB Pertamina-Medco E&P Tomori Sulawesi sebesar 311 MMSCFD.
7. Husky-CNOOC Madura Ltd. sebesar 210 MMSCFD.
8. Medco E&P Natuna Ltd. sebesar 156 MMSCFD.
9. PT Pertamina EP Cepu sebesar 142 MMSCFD.
10. PetroChina International Jabung Ltd. sebesar 118 MMSCFD.
11. PT Pertamina Hulu Energi Jambi Merang sebesar 105 MMSCFD.
12. ENI Muara Bakau B.V. sebesar 103 MMSCFD.
13. Premier Oil Natuna Sea B.V. sebesar 102 MMSCFD.
14. PT Pertamina Hulu Sanga Sanga sebesar 74 MMSCFD.
15. EMP Bentu Ltd. sebesar 62 MMSCFD.
16. PT Medco E&P Indonesia sebesar 56 MMSCFD.
17. PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (ONWJ) sebesar 47 MMSCFD.
18. Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd. sebesar 46 MMSCFD.
19. Kangean Energy Indonesia Ltd. sebesar 45 MMSCFD.
20. PC Ketapang II Ltd. sebesar 40 MMSCFD.(Muh/*)






