Kemenag Banda Aceh Gencarkan Edukasi, BRUS Ajak Pelajar Cegah Pernikahan Dini

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh melalui Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam kembali menggelar kegiatan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sebagai upaya memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang pentingnya kesiapan dalam membangun rumah tangga, Selasa, (14/04/2026).

Kegiatan tersebut dilaksanakan di SMA Negeri 4 Lampineung Banda Aceh yang dikenal juga sebagai SMA DKI karena pembangunannya didukung oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Mengusung tema “Cegah Pernikahan Dini dan Fokus Pendidikan”, kegiatan ini diikuti oleh 50 siswa kelas XI.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Banda Aceh, H. Salman, S.Pd., M.Ag, dalam arahannya menekankan pentingnya keseriusan para siswa dalam mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebutkan bahwa BRUS menjadi bekal penting bagi remaja dalam memahami kehidupan berumah tangga.

“Perkawinan membutuhkan ilmu pengetahuan. Dengan bekal tersebut, kita dapat membangun keluarga yang bahagia, sakinah, mawaddah, dan rahmah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 4 Banda Aceh, Muzakkir, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menilai BRUS sangat bermanfaat bagi siswa dalam memberikan wawasan tentang perencanaan masa depan, khususnya dalam hal pernikahan.

“Kami sangat berterima kasih kepada Kemenag Kota Banda Aceh. Kegiatan ini sangat penting dan kami berharap dapat terus dilaksanakan di masa mendatang,” katanya.

Kepala Seksi Bimas Islam, Dr. H. Akhyar, menjelaskan bahwa pemerintah melalui Kementerian Agama berkomitmen dalam membangun keluarga sakinah melalui tiga pola pembinaan. Pertama, BRUS yang ditujukan bagi remaja usia sekolah sebagai tahap sosialisasi dan pengenalan tentang pernikahan. Kedua, Bimbingan Perkawinan yang wajib diikuti oleh calon pengantin sebagai bekal sebelum menikah. Ketiga, PUSAKA Sakinah, yaitu program pembinaan bagi pasangan yang telah menikah guna menjaga keharmonisan rumah tangga.

Adapun pemateri dalam kegiatan ini berasal dari berbagai latar belakang profesional, di antaranya Maria Ulfa, S.Psi., M.Pd., Ph.D dari Dinas Perlindungan Anak Kota Banda Aceh, Ustaz Martoni selaku Kepala KUA Kecamatan Kuta Alam, serta Hj. Rosmiati, S.Ag., M.Sos, penyuluh senior Kemenag Kota Banda Aceh.

Melalui kegiatan ini, diharapkan para siswa mampu memahami pentingnya menunda pernikahan dini dan lebih fokus pada pendidikan demi meraih masa depan yang lebih baik.(Herman/*)