BPBD Aceh Barat Perbaiki Rumah Warga yang Rusak Akibat Angin Kencang

Petugas rehab rekon rapid respon (R4) BPBD Aceh Barat, melakukan perbaikan satu unit rumah milik Niar (58), warga di Desa Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, yang rusak akibat terjangan angin kencang, Rabu (8/4/2026).FOTO/ANTARA

Kabarnanggroe.com, Aceh Barat – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat mengerahkan tim khusus rehab rekon rapid respon (R4), sebagai upaya melakukan perbaikan satu unit rumah milik Niar (58), warga di Desa Cot Kumbang, Kecamatan Arongan Lambalek, kabupaten setempat yang rusak akibat angin kencang.

“Perbaikan rumah ini sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah dalam melindungi kelompok masyarakat yang paling terdampak bencana alam,” kata Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronald kepada wartawan di Meulaboh, Rabu (8/4/2026) malam.

Ronald mengatakan rumah yang dilakukan perbaikan oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Barat tersebut, mengalami kerusakan parah pada bagian atap setelah diterjang angin kencang pada Senin (6/4/’2026) lalu.

Diketahui, Niar selaku korban merupakan seorang janda miskin, yang selama ini menghidupi tiga orang anak perempuan yang masih kecil.

Teuku Ronald mengatakan Tim R4 BPBD Aceh Barat ini adalah tim yang dibentuk khusus untuk menjangkau kelompok rentan, seperti janda, disabilitas, manula, ibu hamil, anak yatim, dan kaum dhuafa.
Ia mengatakan, pembangunan kembali bagian atap rumah korban bencana alam, sebagai upaya untuk membantu masyarakat agar dapat menghuni rumah secara layak, sehingga aman dari ancaman bencana alam di kemudian hari.

Petugas BPBD Aceh Barat juga turut memasang kembali rangka dan penutup atap baru serta sistem penerangan dan kelistrikan, agar keluarga tersebut tidak lagi kehujanan.

Menurutnya, bagi kelompok rentan, membangun kembali atap yang rusak adalah beban fisik dan finansial yang sangat berat. Oleh karena itu, Tim R4 dibentuk oleh BPBD Aceh Barat untuk memastikan hunian mereka kembali layak secara langsung dan cepat.

Tim R4 merupakan satuan tugas Khusus penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terdiri dari gabungan personel Rescue dan Pemadam Kebakaran (Damkar) yang selama ini bertugas di BPBD Aceh Barat.

Mereka di rekrut khusus karena memiliki keahlian teknis untuk melakukan perbaikan konstruksi secara darurat namun tetap kokoh.

“Tujuan utama kami adalah memastikan warga kelompok rentan dapat segera pulih kehidupannya pasca-bencana. Mereka tidak boleh merasa sendirian dalam menghadapi musibah ini,” kata Teuku Ronald.(Muh/*)