Wali Kota Illiza: Anak Yatim di Banda Aceh Tidak Sendiri

* Sampaikan Saat Peringatan Hari Yatim

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menyampaikan sambutan pada peringatan Hari Yatim, di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Kamis (5/3/2026). FOTO/ TAMAM RIZKY

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menegaskan bahwa anak yatim di Kota Banda Aceh tidak pernah sendiri karena masyarakat dan pemerintah kota hadir sebagai keluarga bagi mereka.

Hal tersebut disampaikan Illiza saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Yatim yang digelar di halaman Balai Kota Banda Aceh, Kamis (5/3/2026). Dalam kegiatan yang dihadiri Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdal Khalilullah, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, para kepala OPD Pemko Banda Aceh mengusung tema ‘Berbagi Kebahagiaan Bersama Yatim’ itu, turut hadir sekitar 200 anak yatim dari seluruh Banda Aceh.

“Saya ingin menyampaikan secara khusus kepada 200 anak yatim yang hadir hari ini, yang tadi sudah membacakan puisi dan menyampaikan kebahagiaannya. Kami ingin menegaskan bahwa kalian tidak sendiri. Kita semua adalah orang tua bagi anak-anak semua,” kata Bunda Illiza sapaan akrab Wali Kota Banda Aceh.

Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdal Khalilullah, disaksikan Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, Ketua DPRK Banda Aceh Irwansyah ST, para kepala OPD Pemko Banda Aceh menyerahkan santunan anak yatim pada peringatan Hari Yatim, di Halaman Balai Kota Banda Aceh, Kamis (5/3/2026). FOTO/ TAMAM RIZKY

Dalam kegiatan tersebut, para anak yatim tidak hanya menerima santunan, tetapi juga mengikuti kegiatan berbuka puasa bersama para pimpinan kota.

Illiza juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, kehadiran berbagai pihak menunjukkan bahwa nilai kepedulian sosial masih hidup di tengah masyarakat Banda Aceh.
“Kehadiran kita semua adalah bukti bahwa nilai kepedulian masih hidup di kota yang kita cintai ini,” ujarnya.

Ia menambahkan, peringatan Hari Yatim yang bertepatan dengan 15 Ramadhan bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi momentum memperbarui komitmen moral untuk memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam kesendirian.
“Kota yang diberkahi bukan hanya kota yang membangun fisiknya, tetapi kota yang memastikan tidak ada anak yang tumbuh dalam rasa sendiri,” kata Illiza.

Kepada para anak yatim, Illiza juga berpesan agar tetap memiliki mimpi besar meskipun pernah merasakan kehilangan.

“Walau ada rasa kehilangan yang pernah singgah, ingatlah satu hal: kalian tidak pernah kehilangan kasih sayang Allah. Kalian disebut secara khusus dalam Al-Quran dan dijaga dalam ajaran Rasulullah,” ujarnya.

Ia juga mendorong para anak yatim untuk terus bermimpi dan meraih masa depan yang lebih baik. “Jangan pernah merasa kecil. Dari kota ini akan lahir dokter, guru, hafiz Al-Quran, pemimpin, bahkan wali kota di masa depan. Bisa jadi salah satunya ada di antara kalian yang duduk di sini hari ini,” demikian Illiza.(Tamam)