Jalani Ibadah Puasa, Lifter Aceh Tetap Latihan

Lifter putri Aceh, Nadia Aprilia, peraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024, perunggu di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025, sedang berlatih disaksikan langsung Sekretaris Umum PABSI Aceh, sekaligus pelatih, Effendi Eria (baju putih) di Seuramoe Angkat Besi Aceh Komplek Stadion Harapan Bangsa, Banda Aceh, Sabtu (21/2/2026). Foto : Sudirman Mansyur.

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Menjalani puasa dan ibadah lainnya di Bulan Ramadhan ini, para atlet angkat besi Aceh tetap rutin dan teratur melakukan latihan untuk menjaga performa dan mempertahan prestasi.

Selain itu, aktivitas latihan dilakukan para lifter Aceh juga sebagai persiapan menghadapi berbagai event, seperti Pekan Olahraga Aceh (PORA) XV di Aceh Jaya 2026 dan kejuaraan nasional (Kejurnas).

Ada sebanyak delapan lifter yang berlatih di tempat latihan angkat besi yaitu gedung olahraga Seuramoe Angkat Besi Aceh di Komplek Stadion Harapan, Lhong Raya, Banda Aceh pada waktu sore dan malam hari usai shalat taraweh.

Ketua Umum Pengprov PABSI Aceh,
Teuku Rayuan Sukma

Ketua Umum Pengurus Provinsi Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (Pengprov PABSI) Aceh, Teuku Rayuan Sukma yang ditanya Media Pos Aceh, Sabtu (21/2/2026) menyatakan, para atlet angkat besi tetap latihan selama bulan puasa agar prestasi tidak ketinggalan atau menurun.

Disebutkan, para atlet yang tetap menjalani ibadah puasa, sehingga durasi dan presentase latihan saja berkurang di bandingan dengan latihan.

Rayuan mengatakan, dalam cabang olahraga angkat besi, atlet tidak boleh berhenti latihan karena akan ketinggalan atau menurun prestasinya.

Apalagi, sebutnya, para atlet angkat besi Aceh ini akan menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) dan PORA, sudah tentu harus tetap latihan agar prestasi stabil dan meningkat.

Katanya, kegiatan latihan atlet selama puasa ini setiap hari dilakukan setelah selesai pelaksanaan shalat taraweh. “Para atlet tetap latihan selama bulan puasa Ramadhan ini”, ujar Rayuan Sukma yang juga Wakil Ketua Umum I Bidang Organisasi KONI Aceh ini.

Begitupun, sebutnya, atlet juga tidak dipaksa harus latihan setiap hari, karena dalam setiap sepekan latihan tetap ada liburnya untuk recovery atau pemulihan.

Persiapan Kejurnas

Secara terpisah Sekretaris Umum PABSI Aceh, Effendi Eria yang juga pelatih angkat, menyebutkan, atlet angkat besi Aceh tetap latihan selama bulan puasa Ramadhan, hanya presentase latihan yang berbeda di banding hari – hari biasa.

Suasana latihan lifter Aceh di Seuramoe Angkat Besi Aceh, Sabtu (21/2/2026). Foto : PABSI Aceh.

Katanya, tetap latihan tujuannya untuk mempertahankan prestasi. Atlet angkat tidak boleh berhenti latihan, karena kalau sudah turun prestasi (angkatan), sulit dan berat untuk naik kembali.

Effendi menjelaskan, kegiatan latihan setiap sepekan atau seminggu ada dua hari libur yaitu hari Kamis dan Minggu. Sedangkan program latihan yang dijalani atlet juga ada skala berat dan ringan selama puasa.

“Saat ini ada delapan atlet yang menjalani latihan serius. Para atlet yang melakukan latihan ini juga sebagai menjalani pemusatan latihan daerah (Pelatda) mandiri,” ujar pelatih tim nasional (Timnas) Indonesia di Olimpiade Soul, Korea Selatan 2008 ini.

Katanya, latihan rutin dan kontinyu ini juga sebagai persiapan atlet menghadapi
kejuaraan nasional senior di Bandung usai lebaran Idul Fitri.

Seperti diketahui, cabang olahraga angkat besi Aceh berkembang cukup pesat dalam 10 tahun terakhir ini. Menghasilkan lifter putri, Nurul Akmal tampil di Olimpiade, SEA Games, peraih medali emas di tiga PON XIX Jabar 2016, PON XX Papua 2021 dan PON XXI Aceh – Sumut 2024.

Lifter putra, M Nizar Zulmi meraih emas PON Papua dan Aceh – Sumut, meraih medali di SEA Games. Nadia Aprilia, peraih medali perak PON XXI Aceh-Sumut 2024, perunggu di Islamic Solidarity Games Riyadh 2025 (kelas 63 kg). Mewakili Indonesia dalam Asian Weightlifting Championship 2025 di China. Juara di Kejurnas Surabaya dan juara ketiga Kejurnas Yogyakarta.

Tim angkat besi Aceh tetap meraih medali emas di hampir setiap kejuaraan nasional yunior dan senior. Angkat besi Aceh juara umum PON XXI Aceh – Sumut 2024 dengan meraih empat medali emas.

Kini telah memiliki sarana, peralatan, tempat latihan dan pertandingan yang representatif yaitu Gedung Olahraga Seuramoe Angkat Besi Aceh di komplek Stadion Harapan Bangsa, Lhong Raya Banda Aceh dan minat remaja berlatih angkat besi juga terus meningkat.

Cabang angkat besi sudah menjadi suatu cabang andalan Aceh untuk meraih medali emas di setiap singel event maupun multi event nasional. (Sdm).