Kabarnanggroe.com, Banda Aceh — Politisi Partai Demokrat yang juga Anggota DPRK Banda Aceh Zulkasmi atau akrab disapa Keuchik Dun, mendorong Pemerintah Kota Banda Aceh untuk melahirkan kurikulum kebencanaan di sekolah-sekolah sebagai upaya meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan peserta didik terhadap risiko bencana.
Hal tersebut disampaikan Zulkasmi yang juga merupakan Anggota DPRK Banda Aceh dari Daerah Pemilihan Kecamatan Syiah Kuala dan Ulee Kareng, di Banda Aceh, Rabu (11/2/2026).
Menurutnya, Banda Aceh sebagai daerah rawan bencana perlu membekali generasi muda dengan pengetahuan dan keterampilan dasar penyelamatan diri sejak dini.
“Kurikulum kebencanaan sangat penting agar siswa memahami bagaimana bersikap dan bertindak ketika terjadi bencana. Ini bagian dari pendidikan karakter dan keselamatan,” pungkas Zulkasmi.
Ia menilai, pendidikan kebencanaan tidak hanya bersifat teori, tetapi juga harus dilengkapi dengan simulasi dan praktik lapangan secara berkala di sekolah-sekolah.
Zulkasmi berharap Pemko Banda Aceh dapat berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan, BPBD, serta pihak terkait untuk menyusun kurikulum kebencanaan yang terstruktur dan mudah dipahami oleh peserta didik.
“Dengan kurikulum kebencanaan, kita ingin menciptakan generasi yang tangguh, siap siaga, dan tidak panik ketika menghadapi situasi darurat,” tambahnya.
Sebagai wakil rakyat dari Syiah Kuala dan Ulee Kareng, Zulkasmi menegaskan komitmennya untuk terus mendorong kebijakan yang berpihak pada keselamatan dan masa depan anak-anak Banda Aceh.(Mar)






