Harga Minyak Dunia Turun Usai AS-Iran Janji Lanjut Pembahasan Nuklir

Kesepakatan Iran-AS meredakan kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik yang dapat mengganggu pasokan minyak dari Timur Tengah. FOTO/REUTERS

Kabarnanggroe.com, Jakarta — Harga minyak mentah dunia turun pada perdagangan Senin (9/2/2026) setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran berjanji untuk melanjutkan pembicaraan mengenai program nuklir.

Kesepakatan ini mengungkapkan kekhawatiran pasar tentang kemungkinan konflik yang dapat mengganggu pasokan dari negara Iran Timur Tengah lainnya.

Harga minyak mentah Brent turun 49 sen atau 0,72 persen menjadi US$67,56 per barel. Minyak mentah West Texas Intermediate AS (WTI AS) berada di harga US$63,13 per barel setelah turun 42 sen atau 0,66 persen.

“Harga minyak mentah telah mereda pada awal perdagangan minggu ini, dengan pasar menghela nafas lega atas pembicaraan nuklir AS-Iran yang konstruktif di Oman,” kata analis pasar IG, Tony Sycamore dikutip Reuters.

“Dengan semakin banyaknya pembicaraan di masa mendatang, kekhawatiran langsung akan gangguan pasokan di Timur Tengah sudah cukup mereda,” imbuhnya.

Iran dan AS berjanji akan melanjutkan pembicaraan nuklir. Kedua pihak menggambarkan negosiasi di Oman pada Jumat lalu sebagai diskusi positif, meskipun ada perbedaan.

Ada kekhawatiran bahwa kegagalan mencapai kesepakatan dapat mendorong Timur Tengah lebih dekat ke perang. Sebab, AS telah menempatkan lebih banyak pasukan militer di daerah tersebut.

Para investor juga khawatir akan potensi terganggunya pasokan minyak dari Iran dan produsen regional lainnya, mengingat sekitar seperlima konsumsi minyak dunia diangkut melalui Selat Hormuz yang berada di antara Oman dan Iran.

Namun Sabtu lalu, Menteri Luar Negeri Iran sempat mengatakan Teheran akan menyerang pangkalan AS di Timur Tengah jika negaranya diserang AS. Pernyataan ini menunjukkan ancaman konflik masih ada.

Investor juga masih mencermati berbagai upaya untuk menekan pemasukan Rusia dari ekspor minyaknya, yang digunakan untuk membiayai perang di Ukraina.
Jumat lalu, Komisi Eropa mengusulkan larangan menyeluruh terhadap layanan apa pun yang mendukung ekspor minyak mentah Rusia melalui laut.

Kilang-kilang di India, yang dulunya merupakan pembeli terbesar minyak mentah Rusia yang diangkut melalui laut, menghindari pembelian untuk pengiriman April.

New Delhi juga diperkirakan akan menjauhi perdagangan dengan Moskow untuk waktu yang lebih lama, kata sumber-sumber di bidang penyulingan dan perdagangan. Tujuannya, demi mencapai kesepakatan perdagangan dengan Washington.(Muh/*)