Pasar Murah Antisipasi Inflasi di Banda Aceh

Warga ketika membeli paket bahan pokok (Bako) yang terdiri dari beras PHP 10 kg, telur ras, gula dan minyak goreng kemasan bimoli di pasar murah di halaman Kantor Camat Baiturrahman, Banda Aceh, Selasa (3/2/2026). Foto : Sudirman Mansyur.

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh, Meski belum ada tanda-tanda akan terjadi kenaikan harga secara signifikan dan pemenuhan kecukupan persediaan bahan pokok (Bako), Pemerintah Kota Banda Aceh tetap mengantisipasi inflasi secara dini dengan telah mengadakan pasar murah.

Pasar murah yang menjual beras, gula, minyak goreng dan telur ayam ras di buka sehari di tiga lokasi dengan berbeda jadwal yaitu di Taman Sri Ratu, Senin (2/2/2026) Safiatudddin, Halaman Kantor Camat Baiturrahman, Selasa, (3/2) dan di Halaman Masjid Tgk Dianjong, Rabu (4/2).

Di pasar murah itu dijual beras PHP per sak isi 10 Kg Rp 105 ribu, harga di pasar per sak Rp 160 ribu. Minyak goreng Bimoli SP 2 liter Rp 35 ribu harga pasar Rp45 ribu

Gula 1 Kg Rp 15 ribu harga pasar Rp 20 ribu/Kg. Telur satu papan Rp42 ribu harga pasar 52 ribu.

Beras, gula, telur dan minyak bimoli dijadikan satu paket dijual kepada masyarakat Rp197 ribu, dari harga tersebut masyarakat terbantu atau dapat subsidi pemerintah sebesar Rp 80 ribu.

Disebutkan, pasar murah diadakan untuk menjaga inflasi dan stabilitas harga di Kota Banda menjelang Bulan Puasa Ramadhan 1447 Hijriah.

Pimpinan Wilayah Bulog Aceh, Ihsan, kepada wartawan mengatakan, diadakan pasar murah merupakan bentuk kerja sama antara Bulog dan Pemerintah Kota Banda Aceh melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah, Perdagangan (Diskopukmdag dalam menjaga inflasi dan stabilitas harga bahan pokok.

Sekretaris Daerah Kota (Setdakot) Banda Aceh, Jalaluddin yang hadir di lokasi pasar murah menyebutkan, antusiasme masyarakat sangat tinggi, sehingga jumlah pengunjung di setiap lokasi melebihi jumlah paket yang disediakan. “Penjualan dilakukan dengan sistem kupon untuk menjaga ketertiban,” katanya kepada wartawan. (Sdm).