Perkuat Sinergi dan Komunikasi, Direksi Bank Aceh Ngopi Bareng Insan Pers

Dirut Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama petinggi BAS saat Ngopi Bareng dengan Insan Pers, di UMKM Center Bank Aceh, Lampineung, Kota Banda Aceh, Senin (2/2/2026). FOTO/ ROJA

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dalam upaya terus memperkuat sinergi dan komunikasi dengan awak media, Direksi Bank Aceh Syariah melakukan Ngopi Bareng bersama Insan Pers di UMKM Center Bank Aceh, Lampineung, Kota Banda Aceh, Senin (2/2/2026).

Pertemuan yang menjadi ruang silaturahmi sekaligus dialog terbuka antara Bank Aceh Syariah dan rekan-rekan media berlangsung dalam suasana hangat ini dihadiri oleh Pimpinan Redaksi, Pemilik Perusahaan Media, organisasi Media, sejumlah tokoh pers di Provinsi Aceh serta jajaran manajemen Bank Aceh Syariah.

Momentum ini dimanfaatkan untuk memperkuat pemahaman bersama mengenai peran media sebagai mitra strategis dalam menyampaikan informasi yang objektif, berimbang, dan konstruktif kepada masyarakat.

Direktut Utama BAS Fadhil Ilyas, menyampaikan bahwa media memiliki peran yang sangat strategis dalam mengawal berbagai program, kebijakan, dan langkah-langkah Bank Aceh Syariah, termasuk pada situasi-situasi krusial. Salah satunya saat Aceh dilanda bencana hidrometeorologi, di mana Bank Aceh Syariah turut hadir dan bergerak membantu masyarakat terdampak, dengan dukungan publikasi yang akurat dan bertanggung jawab dari insan pers.

Dirut Bank Aceh Syariah, Fadhil Ilyas, bersama petinggi BAS foto bersama jajaran pimpinan dan wartawan dari berbagai media usai Ngopi Bareng dengan Insan Pers, di UMKM Center Bank Aceh, Lampineung, Kota Banda Aceh, Senin (2/2/2026). FOTO/ ROJA

“Kami berterima kasih kepada seluruh rekan media atas kerja sama yang telah terjalin dengan baik selama ini. Capaian dan perjalanan Bank Aceh Syariah hingga hari ini tidak terlepas dari peran media yang senantiasa menyampaikan informasi secara objektif, berimbang, dan konstruktif kepada publik,” ujarnya.

Menurut Fadhil, sinergi yang terus diperkuat ini diharapkan dapat membangun keterbukaan informasi, meningkatkan kepercayaan publik, serta mempererat hubungan kelembagaan yang saling mendukung demi kemajuan Bank Aceh Syariah dan Aceh yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhil juga memaparkan sejumlah strategi penguatan kinerja perusahaan, mulai dari pengelolaan hubungan dengan insan media, pengembangan UMKM, penguatan tata kelola, hingga langkah pemulihan pascabanjir.

Dari sisi pengembangan ekonomi, Fadhil menuturkan BAS kembali dipercaya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian sebagai salah satu lembaga penyalur Kredit Usaha Rakyat Syariah (KUR) tahun anggaran 2026 dengan alokasi kuota sebesar Rp 1,5 triliun. “Selain penyaluran pembiayaan, kami Bank Aceh juga secara berkelanjutan lakukan pendampingan dan pelatihan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan kapasitas usaha,” tuturnya.

Bank Aceh turut menjalankan program pemberdayaan perempuan prasejahtera melalui skema pembiayaan kelompok dengan pola Grameen Bank yang menyasar komunitas kecil dengan sistem tanggung renteng.

Terkait dampak banjir yang melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025, Fadhil mengungkapkan BAS telah membentuk dua tim khusus pascabencana, yakni tim percepatan pemulihan layanan dan tim recovery pembiayaan. “Kedua tim tersebut bekerja secara paralel untuk memastikan layanan kembali normal serta menyiapkan langkah pembiayaan bagi nasabah terdampak,” pungkasnya.(Bedu/*)