Kabarnanggroe.com, Meureudu – Universitas Syiah Kuala (USK) secara resmi melaksanakan penarikan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tanggap Bencana Siklon Tropis di Kabupaten Pidie Jaya. Kegiatan tersebut berlangsung di Gedung MTQ Pidie Jaya, Minggu (26/1/2026).
Penarikan ini menandai berakhirnya rangkaian pengabdian mahasiswa USK dalam mendampingi masyarakat pascabencana siklon tropis yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu.
Sebanyak 248 mahasiswa USK terlibat dalam program KKN Tematik ini. Mereka ditempatkan di 26 gampong yang tersebar di lima kecamatan di Kabupaten Pidie Jaya, dengan pendampingan tujuh Dosen Pendamping Lapangan (DPL).
Ketua Pusat Pengelolaan dan Pengembangan KKN (P3KKN) USK, Drs. Zulfitri, M.Biomed, mengatakan bahwa KKN Tematik Tanggap Bencana merupakan bentuk kehadiran nyata perguruan tinggi dalam membantu masyarakat menghadapi situasi darurat dan pemulihan pascabencana.
“Melalui KKN tematik, mahasiswa tidak hanya menerapkan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah, tetapi juga membangun empati, kepedulian sosial, serta kemampuan beradaptasi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan kebencanaan diharapkan mampu membentuk karakter lulusan USK yang tangguh, responsif, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.
Sementara itu, Wakil Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) USK, Dr. Dra. Sulastri, M.Si., menegaskan bahwa KKN Tematik Tanggap Bencana merupakan wujud peran strategis perguruan tinggi dalam mendukung penanggulangan bencana berbasis ilmu pengetahuan.
“Kegiatan ini menunjukkan bahwa pengabdian masyarakat tidak bersifat seremonial, tetapi hadir sebagai solusi akademik terhadap persoalan nyata di tengah masyarakat,” katanya.
Selama pelaksanaan KKN, mahasiswa menjalankan berbagai program, mulai dari pendampingan psikososial, edukasi kesehatan dan kebersihan lingkungan, penguatan literasi kebencanaan, hingga kegiatan sosial yang mendukung pemulihan masyarakat terdampak.
Sulastri juga mengapresiasi sinergi antara mahasiswa, dosen pendamping, pemerintah daerah, dan masyarakat gampong yang dinilai menjadi kunci keberhasilan program tersebut.
Acara penarikan KKN Tematik ini turut dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya, perangkat gampong, dosen pendamping, serta mahasiswa peserta KKN. Kegiatan berlangsung khidmat dan penuh apresiasi atas kontribusi mahasiswa.
Dengan berakhirnya program ini, USK berharap pengalaman yang diperoleh mahasiswa dapat menjadi bekal berharga serta menjadi model pengabdian masyarakat yang responsif, kontekstual, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat terdampak bencana. (Tamam)






