Kabarnanggroe.com, Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 31 daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah memasuki fase awal pemulihan.
“Sudah 31 kabupaten/kota yang sudah beralih ke daerah transisi darurat, sehingga sudah lebih dari 60 persen kabupaten/kota terdampak saat ini masuk pada fase awal pemulihan, ” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari dalam konferensi pers yang disiarkan di YouTube BNPB, Jumat (2/1/2026).
Rincian kabupaten/kota yang masuk fase awal pemulihan yakni 8 daerah di Aceh, 13 daerah di Sumut, dan 10 daerah di Sumatera Barat.
Muhari mengatakan hari ini tidak ada penambahan korban jiwa atau hilang, sementara jumlah pengungsi turun menjadi 380.287 jiwa.
“Terkait dengan pencarian korban ini tentu saja upaya masih dilakukan secara optimal, namun kita diharapkan ke depan tidak ada lagi korban yang masih ada di titik-titik pencarian,” ujar Muhari.
Lebih lanjut, Muhari melaporkan secara umum pasokan BBM di Aceh mulai pulih di beberapa wilayah. Wilayah dengan akses jalan darat terbatas seperti Bener Meriah dan Aceh Tengah, mulai 24 Desember 2025 lalu sudah bisa didistribusikan melalui darat.
Pada tanggal 31 Desember 2025 dilakukan pengiriman BBM (solar) melalui udara tiba di bandara Rembele, yakni 20 drum atau 4.000 liter untuk didistribusikan ke wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah.
Total pendistribusian BBM ke Aceh Tenggara dan Bener Meriah hingga 31 Desember 2025 sebanyak 116.200 liter atau 581 drum.
Terkait penyediaan air bersih, kata Muhari, sebanyak 12 dari 18 kabupaten/kota di Aceh masih mengalami gangguan layanan PDAM, mulai dari pasokan yang terbatas, jaringan rusak total, hingga distribusi yang hanya mengandalkan sumber alternatif.
Daerah yang sudah pulih meliputi Aceh Tenggara, Aceh Selatan, Aceh Besar, Pidie, Langsa, dan Aceh Singkil.
Beberapa upaya yang dilakukan untuk mensuplai air bersih adalah dukungan mobil penjernih air, penerapan toren air dan Hidran Umum (HU), distribusi rutin menggunakan mobil tangki air, dan pembuatan sumur bor.
“Meskipun saat ini penggantian pipa juga terus dilakukan tetapi sementara ini yang sudah kita lakukan khusus untuk sumur bor. Ini yang kerjasama antara BNPB angkatan darat, itu di Aceh Utara ada 10 titik, Aceh Tamiang 24 titik, pengeboran saat ini dilakukan di enam titik,” ujar Muhari.(Muh/*)






