Bupati Aceh Tamiang Minta Dibangun 42 Ribu Hunian Tetap Bagi Korban Banjir

Kondisi salah satu desa yang diterjang banjir di Aceh Tamiang pada Desember 2025. FOTO/FB.SCREENSHOT

Kabarnanggroe.com, Kualasimpang – Bupati Aceh Tamiang, Armia Fahmi meminta pemerintah pusat segera membangun 42 ribu hunian tetap (Huntap) untuk korban  bencana banjir dan longsor di wilayahnya.

Hal tersebut disampaikan Armia kepada Presiden Prabowo Subianto dalam rapat koordinasi saat meninjau pembangunan perumahan Danantara di Aceh Tamiang, Kamis (1/1/2026).

Armia menjelaskan wilayah Aceh Tamiang menjadi salah satu yang terdampak cukup parah akibat bencana banjir dan longsor. Ia menyebut banyak rumah mengalami kerusakan berat bahkan hilang.

Oleh karena itu, ia meminta bantuan dari pemerintah pusat agar perumahan tetap untuk masyarakat terdampak bisa segera dibangun.

“Dari data yang kami dapatkan dari para kepala desa, jadi rumah yang hilang sebanyak 37.888 unit dan rumah yang rusak berat sebanyak 4.839 unit,” ujarnya

“Sehingga kami mohon izin bapak presiden, kami membutuhkan rumah hunter atau hunian tetap sebanyak 42.727 unit,” imbuhnya.

Da mengatakan saat ini perumahan sementara (huntara) sudah mulai dibangun secara bertahap, salah satunya oleh Danantara.

Di sisi lain, Armia juga meminta bantuan Prabowo untuk memenuhi kebutuhan pangan selama enam bulan ke depan. Hal ini dikarenakan Aceh Tamiang diprediksi masih belum dapat pulih sepenuhnya sehingga belum dapat memenuhi logistik untuk warga.

“Kami mempunyai jumlah penduduk 313.245 jiwa. Kami sudah menghitung juga dengan Bappenas, kebutuhan akan beras, telur, minyak goreng, dan gula selama enam bulan ke depan, Pak Presiden,” jelasnya.

“Jadi kami nanti akan membuat surat resmi nanti kepada menteri terkait untuk bisa dipenuhi untuk enam bulan ke depan karena yang kami lihat, kondisi perekonomian di kami ini masih sangat terasa,” pungkasnya.(Muh/*)

Kondisi Aceh Tamiang

– Permintaan Hunian tetap 42.727 unit
– Rumah hilang 37.888 unit
– Rumah rusak berat 4.839 unit
– Kebutuhan sembako enam bulan
– Beras, telur, minyak goreng dan gula
– Penduduk 313.245 jiwa