Opini  

Pengamatan Mahasiswa Ilmu Komunikasi UNIDA: Aceh Tengah Mengalami Krisis Dalam Bantuan Logistik

Oleh: Tifani Nafasya sebagai Mahasiswi Ilmu Komunikasi UNIVERSITAS ISKANDAR MUDA Banda Aceh.

Kabarnanggroe.com, Aceh Tengah sedang mengalami krisis logistik yang parah setalah banjir dan longsor memutuskan akses jalan utama ke daerah tersebut. Ribuan warga terisolasi dan kesulitan mendapatkan pasokan sembako, seperti beras, minyak goreng, dan telur. Harga kebutuhan pokok melonjok drastis, bahkan mencapai dua kali lipat dari harga normal.

Dampak dari krisis nya logistik daerah Aceh Tengah membuat warga terpaksa berjalan kaki puluhan kilo meter ke Bireuen untuk mendapatkan bahan pokok dengan jangkauan harga yang lebih murah.

Pemerintah sudah berupaya keras mengirim bantuan lewat darat dengan alat berat untuk membuka akses dan lewat udara, namun hambatan seoerti kurang nya BBM untuk mobilisasi dan kesulitan mencapai wilayah yang terisolasi sehingga memperlambat penyaluran.

Sehingga menyebabkan banyak warga mengibarkan bendera putih sebagai tanda putus asa dan membutuhkan bantuan segera.

Pemerintah dan pihak terkait juga sedang berupaya memperbaiki akses jalan dan memperlancar distribusi bantuan logistik ke daerah terdampak. Namun, masih banyak yang perlu dilakukan untuk memulihkan akses jalan dan memperlancar distribusi bantuan.

Namun saat ini, upaya rehabilitasi jalan sudah mulai menunjukkan kemajuan, namun pemulihan secara penuh di perkirakan akan memakan waktu yang cukup lama.

Kondisi terkini (per Desember 2025) : Upaya pembukaan akses terus dilakukan, Namun masih banyak desa yang terisolir. Krisis BBM dan gas masih menjadi kendala utama. Dan bantuan logistik terus di upayakan masuk namun distribusi belum merata.

Meski beberapa logistik telah dikirim seperti beras,air bersih, BBM, gas dapur dan kebutuhan lainnya.Tetapi tantangan logistik masih besar karena akses masih terbatas dan stok dibeberapa titik masih harus di isi dengan pengaturan yang baik. Gubernur Aceh menginstruksikan kepala daerah di Aceh Tengah, Bener Meriah dan Gayo Lues mengirimkan data koordinat lokasi terdampak agar tim logistik bisa lebih cepat dan tepat sasaran.