Mobil Sahabat Keliling USK Terus Bergerak

*Jangkau Anak-Anak Terdampak Bencana di Bireuen dan Pidie Jaya

Tim Mobil Sahabat USK foo bersama usai laicmelakukan Support Anak dengan Healing dan aksi belajar untuk tangguh bencana) keliling, di Desa Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Kamis (25/12/2025). FOTO/ DOK USK

Kabarnanggroe.com, Bireuen – Universitas Syiah Kuala (USK) melalui program Mobil Sahabat Keliling terus menghadirkan layanan pendidikan darurat dan pendampingan psikososial bagi anak-anak terdampak bencana hidrometeorologi di sejumlah wilayah Aceh. Kegiatan ini dilaksanakan secara berkelanjutan sejak 26 hingga 27 Desember 2025, menjangkau Kabupaten Bireuen dan Pidie Jaya dengan antusiasme tinggi dari masyarakat.

Pada Jumat, 26 Desember 2025, Mobil Sahabat Keliling hadir di Desa Meuse, Kabupaten Bireuen, dengan jumlah peserta mencapai 150 anak. Kegiatan dilanjutkan pada lokasi kedua di Desa Keude Tanjong, Kabupaten Bireuen, yang diikuti oleh 70 anak. Beragam aktivitas edukatif dan rekreatif dilaksanakan, di antaranya bola bercerita, permainan kebencanaan, bernyanyi lagu siaga bencana, predikt, menggambar bercerita, serta aktivitas sergana yang dirancang untuk mendukung ekspresi dan pemulihan emosi anak.

Kegiatan berlanjut pada Sabtu, 27 Desember 2025, di beberapa lokasi lainnya. Mobil Sahabat Keliling hadir di Desa Ujong Blang, Kecamatan Kuta Blang, dengan melibatkan 50 anak, serta di Desa Keurumbok, Kecamatan Kuta Blang, yang diikuti oleh 55 anak. Aktivitas yang dilakukan meliputi ekspresif writing, pengenalan situasi lingkungan sekitar, bola bercerita, play-doh, mewarnai, predikt, dan story telling. Selain itu, antusiasme anak-anak juga terlihat saat kegiatan berlangsung di Posko Manyang Lancok, Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang menjadi salah satu titik layanan Mobil Sahabat Keliling.

Ketua Program PKM SAHABAT, Dr. Rina Suryani Oktari, S.Kep., M.Si., FRSPH, menyampaikan bahwa kegiatan ini dirancang untuk memastikan anak-anak tetap memperoleh ruang aman untuk belajar dan beraktivitas di tengah situasi pascabencana.
“Melalui pendekatan pendidikan darurat dan pendampingan psikososial yang sederhana dan menyenangkan, kami berupaya membantu anak-anak kembali merasa aman, didengar, dan mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya,” ujar Rina Suryani Oktari.

Ia menambahkan bahwa Mobil Sahabat Keliling tidak hanya menjadi sarana belajar sementara, tetapi juga ruang pemulihan psikososial yang mendorong anak-anak untuk tetap ceria, berani berekspresi, serta memahami kesiapsiagaan bencana sejak dini.

Kegiatan Mobil Sahabat Keliling ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Tanggap Darurat Bencana yang dilaksanakan oleh Universitas Syiah Kuala, dengan dukungan pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Program PKM yang diketuai oleh Dr. Rina Suryani Oktari ini berjudul “Program SAHABAT: Pendidikan Darurat, Kesiapsiagaan, Pendampingan Psikososial, dan Logistik Bergizi bagi Anak di Wilayah Terdampak Siklon Tropis Senyar Tahun 2025 di Provinsi Aceh.”

Melalui program ini, USK menegaskan komitmennya untuk hadir mendampingi anak-anak dan masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dalam pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga dalam upaya pemulihan pendidikan dan kesehatan mental secara berkelanjutan.(Tamam/*)