Kabarnanggroe.com, Langsa – Sebulan pasca banjir yang melanda Kota Langsa, terus dilakukan pembersihan dan pengangkutan sampah bercampur lumpur, tumpukkan tanah lumpur mengering yang masih menumpuk di berbagai tempat di kawasan kota dan pemukiman penduduk.
Pantauan posaceh.com, Jumat (26/12/2025) tumpukan sampah umumnya berupa barang-barang dan perabot rumah tangga milik warga yang rusak akibat banjir, tanah lumpur yang sudah mengering menumpuk di sepanjang jalan Muhayatsah pemukiman penduduk Dusun Kampung Melayu II, Gampong (Desa) Daulat.
Begitu juga sampah berupa berupa barang-barang dan perabot rumah tangga bercampur tanah lumpur cukup banyak yang sudah menumpuk berhari-hari di sekitar simpang ruas jalan Jenderal Sudirman – Muhayatsyah ini.
“Sampah bekas banjir di ruas jalan itu (di pinggir ruas jalan Jenderal Sudirman) sudah tiga kali diangkut, sekarang sudah banyak lagi,” ujar Endi seorang warga Dusun Kampung Melayu II.
Tumpukkan sampah hasil banjir di ruas Jalan Sudirman tersebut kembali dibersihkan dan angkut oleh Dinas Kebersihan Kota Langsa menggunakan alat berat Beko dan truk, Jumat (26/12) pagi.

“Sudah beberapa kali kita angkut sampah dan lumpur yang menumpuk di kawasan ruas jalan itu. Kita juga membersihan ruas-ruas jalan protokol, pembersihan sudah mencapai 90 persen,” ujar Amri seorang petugas dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Langsa yang ditanya posaceh.com ketika mengawasi pembersihan dan pengangkutan sampah dan tanah lumpur di Jalan, Sudirman Gampong Daulat.
Beko juga mengeruk,membersihkan dan mengangkut tanah lumpur yang mengendap di depan Sekolah Dasar (SD) Negeri 11 dan sepanjang ruas jalan Muhayatsyah Dusun Melayu II, Gampong Daulat.
Dari pantauan media ini tumpukan sampah bekas banjir dan tanah lumpur masih terlihat di sejumlah ruas jalan di pemukiman penduduk yang berdekatan dengan kawasan pusat Kota Langsa.
Sementara itu warga masih terus membersihkan lumpur di halaman dan ruangan rumah, serta membersihkan barang-barang, peralatan dan perabot rumah tangga yang berlumpur terkena banjir.

Lumpur tanah masih ada di halaman, rumah dan pemukiman penduduk di Desa Selalah yang tergolong berat terkena banjir bandang yang terjadi 26 November lalu, menurut warga, di kawasan tersebut air setinggi sekitar tiga meter.
Berdebu dan Terparah
Hampir semua kawasan dan pemukiman penduduk di Kota Langsa dilanda banjir bandang yang umum setinggi satu meter lebih. Menurut seorang warga Langsa, Herdian bahwa banjir itu dipicu hujan deras beberapa hari dan luapan air Krueng (sungai) Tanjung Putus.
Meski sampah dan tanah lumpur sudah banyak dibersihkan dan diangkut, sisa tanah lumpur yang melekat di hampir semua ruas jalan dan pemukiman yang mengering kini menimbulkan debu.
Banyak warga yang berjalan kaki dan mengendarai sepeda motor di sejumlah ruas jalan dan kawasan Kota Langsa menggunakan masker.
Seorang warga Langsa, Yahya yang berusia 79 tahun menyebutkan, banjir yang terjadi di penghujung November lalu, yang terparah sejak 65 tahun lalu.
“Pada tahun 1960, Langsa banjir besar juga, air hanya mengalir sebatas jalan saja, tidak separah tahun ini, rumah saya sampai tenggelam sekitar satu setengah meter”, ujarnya.(Sudirman Mansyur).






