Kabarnanggroe.com, Kota Jantho — Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mountala Aceh Besar menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan atas terganggunya pelayanan air bersih akibat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh dalam beberapa waktu terakhir, serta kondisi listrik yang padam berkepanjangan.
Ketua Dewan Pengawas PDAM Tirta Mountala, sekaligus Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Besar, Bahrul Jamil SSos MSi mengatakan, meskipun Aceh Besar tidak berdampak langsung dari banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, namun gangguan pelayanan tersebut merupakan dampak lainnya dari kondisi darurat bencana banjir yang turut memengaruhi fasilitas vital PDAM Tirta Mountala Aceh Besar.
“Kami memohon maaf sebesar-besarnya kepada seluruh masyarakat Aceh Besar atas terkendalanya pelayanan air bersih. Kondisi ini bagian dari dampak bencana banjir yang melanda serta kondisi listrik yang padam berkepanjangan dan berefek terhadap sistem pelayanan PDAM. Kami berharap masyarakat dapat memaklumi karena ini merupakan kondisi darurat,” ucapnya, saat konferensi pers di Kantor PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Siron, Kecamatan Ingin Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Jumat (19/12/2025).
Sementara itu, Direktur Utama PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Ir Sulaiman MSI menjelaskan, banjir berdampak serius terhadap sistem produksi dan distribusi air bersih. Dua intake air baku terdampak cukup parah, sementara sejumlah pipa dan peralatan operasional tersumbat lumpur, bahkan beberapa pompa mengalami gangguan berat.
“Akibat banjir, dua intake kita terdampak dan sejumlah pipa serta peralatan harus dibersihkan karena tersendat lumpur. Beberapa pompa juga mengalami trouble karena terendam dan tertekan lumpur, sehingga tidak dapat berfungsi normal,” ujar Sulaiman.
Ia menyebutkan, proses perbaikan pompa membutuhkan waktu cukup lama karena kondisi lumpur yang tebal. Bahkan, terdapat risiko kerusakan permanen pada pompa akibat tidak dapat bergerak saat terendam. “Setelah air sungai surut, tim produksi kami harus menyelam untuk membersihkan dan mengangkat pompa. Alhamdulillah, sekitar sepekan terakhir tiga pompa sudah kembali dapat dioperasikan meski masih bergantian,” jelasnya.
Selain kendala teknis, PDAM Tirta Mountala juga menghadapi masalah serius akibat padamnya suplai listrik dari PLN. Ketergantungan operasional PDAM terhadap listrik sangat tinggi, sementara genset yang tersedia hanya mampu menopang pelayanan dalam waktu terbatas. “Ketika listrik padam, kami kewalahan. Genset hanya mampu menopang pelayanan satu hingga dua jam. Jika pemadaman berlangsung lama, distribusi air tidak bisa berjalan maksimal,” ungkap Sulaiman.
Meski dalam kondisi darurat, PDAM tetap berupaya menjaga suplai air bersih. Selama masa bencana, pelayanan masih dapat berjalan sekitar 75 hingga 80 persen, meski beberapa wilayah di ujung jaringan mengalami keterbatasan, terutama pada jam-jam puncak. “Kami mohon maaf kepada pelanggan yang mungkin harus menunggu air pada malam hari. Begitu listrik kembali normal, pelayanan juga berangsur pulih,” katanya.

Selain itu, Direktur Teknis PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, Salman ST menuturkan, akibat kerusakan pada intake dan pompa, seluruh sistem sempat dihentikan sementara demi keamanan operasional. “Seluruh pompa terpaksa dihentikan sementara akibat gangguan teknis. Namun setelah dilakukan perbaikan, pompa kembali dihidupkan secara bertahap,” paparnya.
Di sisi lain, dari sisi manajemen dan pembiayaan, Direktur Umum PDAM Tirta Mountala Aceh Besar, David Zainal SE mengungkapkan, bencana banjir berdampak besar terhadap biaya operasional. Sejak banjir melanda pada 27 November 2025, PDAM telah menghabiskan sekitar 37 ton BBM untuk operasional genset selama 15 hari.
“Dalam kondisi normal, penggunaan BBM genset hanya sekitar 10 ton dalam setahun. Namun akibat banjir dan pemadaman listrik berkepanjangan, kami menghabiskan 37 ton BBM dalam waktu singkat, dengan harga mencapai Rp20 ribu per liter,” imbuhnya.
PDAM Tirta Mountala Aceh Besar berharap adanya dukungan dan perhatian dari seluruh pihak, khususnya PLN, agar suplai listrik ke fasilitas pelayanan publik dapat diprioritaskan demi kelancaran distribusi air bersih kepada masyarakat.(Wahyu)






