Wisata  

Hutan Lindung Langsa Kian Menarik Untuk Dikunjungi

Pengunjung berjalan di jembatan gantung di Hutan Lindung Kota Langsa.FOTO/SCREENSHOT

Langsa – Hutan lindung Kota Langsa di jalan Perumnas, Desa Paya Bujok Seulemak. Kecamatan Langsa Baro, Langsa yang berjarak sekitar 6 km dari pusat Kota Langsa kian menarik untuk dikunjungi, apalagi perjalanan hanya selama 15 menit.

Pemerintah Kota Banda Aceh memanfaatkan hutan tersebut berdasarkan jalannya Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 Tentang Hutan Lindung. dengan jalanan beraspal mulus terhubung langsung ke jalan utama lintas nasional Medan-Banda Aceh dan hanya berjarak sekitar 5 menit dari lintasan tersebut, memudahkan akses menuju Taman Hutan Kota Langsa.

Taman ini dibuka pada 2022 saat kepemimpinan Usman Abdullah dan Marzuki Hamid dan pengunjung disambut oleh gapura besar bergaya Eropa yang bertuliskan “Hutan Kota Langsa”. Di dalamnya, tersedia halaman parkir yang luas dan area seluas 48,22 hektar yang menjadi habitat bagi sekitar 40 spesies mamalia, burung, dan reptil.

Pengunjung dikenakan biaya masuk sebesar Rp 10.000 per orang, sementara anak-anak di bawah usia 10 tahun dapat masuk secara gratis. Terdapat berbagai spesies hewan, termasuk rusa totol, rusa samba, beruk, buaya, dan kuda gayo.

Di area tersebut juga terdapat danau buatan yang menyediakan speed boat untuk disewa untuk berkeliling melihat aneka hewan. Banyak pengunjung yang membawa tikar untuk beristirahat di bawah pohon, menciptakan suasana santai dan nyaman. Destinasi ini sangat cocok untuk keluarga yang ingin menikmati waktu bersama.

Bagi yang ingin melihat buaya dan ular langsung saja datang ke objek wisata Hutan Kota Langsa. Di sini kita akan menyaksikan berbagai koleksi satwa, seperti aneka burung, landak, kuda, rusa, buaya dan ular. Khusus untuk buaya, ada sekitar delapan ekor buaya muara di sini. Ukurannya mencapai panjang 6 meter dan berat hingga 300 kilogram.

Pintu gerbang ke Hutan Lindung Kota Langsa. FOTO/SCREENSHOT

Buaya muara ini ditempatkan pada sebuah kandang besi kokoh berukuran sekitar 10m x 10m dengan ke dalaman hingga 5 meter. Di dalam kandang, terdapat kolam air untuk bermain-main buaya. Hewan ini dapat berada di bawah air selama 1 jam.

Buaya muara habitat aslinya tersebar di Pulau Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Kulit buaya muara bergerigi yang digunakan untuk beradaptasi dengan lingkungannya. Ular Phyton tidak memiliki bisa, namun lilitannya sangat mematikan. Ular ini biasa hidup di hutan tropis, semak belukar hingga areal perkebunan.

Taman Hutan Kota berada di kawasan Hutan Lindung yang terhimpit langsung dengan kebun sawit milik PTPN 1 dan berjarak 2,4 Kilometer dari pusat Kota, lokasi objek wisata ini menawarkan ragam jenis hiburan bagi mata pengunjung.

Taman Hutan Kota Langsa merupakan satu dari objek wisata eksotis di Kota Jasa ini. Di sana, pengunjung juga akan disajikan oleh tingginya pohon-pohon besar nan tua yang masih berdiri kokoh dan bisa berinteraksi langsung dengan satwa endemik seperti rusa dan lainnya.

Hutan Kota ini, juga merupakan tempat favorit bagi para masyarakat setempat dan luar daerah di hari weekend dan hari kerja. Selain itu, juga ada wahana Outbond, perahu bebek, dan lainnya. Fasilitasnya juga lengkap dari Kamar Mandi yang bersih, musholla, dan lahan parkir yang luas.

Taman Hutan Kota memiliki luas sekitar 48,22 hektar, dengan ragam jenis pohon dan tanaman, Taman Hutan Kota juga memiliki banyak bangunan yang identik dengan Aceh. Awal mula berkunjung ke Taman Hutan Kota, pengunjung akan bertemu dengan gerbang yang besar, setelah itu akan diarahkan menuju ke lokasi parkir kendaraan.

Setelah turun, dari kendaraan mata pengunjung akan diperlihatkan dengan kolam buatan yang besar. Di tengah kolam itu ada jembatan yang memiliki ukiran Pintoe Aceh yang khas dan saat masuk ke dalam Hutan Kota, awalnya diberi dua opsi jalur yakni menuju rumoh Aceh ataupun ke kawasan Zoo.(Adv)