Diduga Kabel Dicuri, Lampu Jembatan Lamnyong Padam, Anggota DPRK Banda Aceh Devi Yunita Minta Diusut

Anggota DPRK Banda Aceh, Hj Devi Yunita ST FOTO/ BEDU SAINI

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Anggota DPRK Banda Aceh, Hj Devi Yunita ST, menerima laporan masyarakat terkait padamnya lampu penerang di jembatan Lamnyong. Dari laporan masyarakat kabel lampu penerang jembatan Lamnyong, Banda Aceh diduga telah dicuri.

“Kita merasa prihatin dengan kondisi ini. Tim saya sudah mengecek di lapangan ternyata kabel di dalam tiang sudah hilang. Lebih kurang ada 700 meter kabel di atas jembatan Lamnyong. Kita minta pihak terkait untuk mengusutnya,” kata Devi Yunita, di Banda Aceh, Sabtu (5/7/2025).

Anggota DPRK FPKS itu menyatakan semua pihak bertanggung jawab untuk menjaga fasilitas umum. Apalagi lampu penerang jalan atau jembatan yang sangat penting untuk mencegah terjadinya kecelakaan ataupun perampokan.

Ia menjelaskan, jembatan Lamnyong merupakan salah satu ruas utama yang ramai dilewati masyarakat dan mahasiswa yang kuliah di sejumlah kampus di kawasan Darussalam, baik Universitas Syiah Kuala (USK), UIN Ar Raniry, dan sejumlah perguruan tinggi lainnya.

Menurut Devi, lampu penerang jembatan penting diperbaiki segera agar pengendara merasa aman dan nyaman saat melintas pada malam hari. “Selain itu, di beberapa titik sambungan jembatan Lamnyong juga berlubang sehingga membahayakan pengguna jalan,” tuturnya.

Karena itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mendesak dinas terkait untuk segera memperbaiki lampu penerang jembatan sekaligus lubang pada sambungan jembatan agar tidak terjadi kecelakaan.

Selain menyorot gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), Devi yang juga Sekretaris Komisi I DPRK Banda Aceh ini juga menyinggung persoalan gelandangan dan pengemis (gepeng) yang kian menjamur di Banda Aceh. “Kami meminta pemerintah kota (pemko) untuk melakukan penertiban secara tegas, agar persoalan ini tidak lagi berulang,” tegasnya.

Hal ini perlu dilakukan karena Banda Aceh adalah wajah dari Provinsi Aceh. Ia menyakini, persoalan gepeng ada yang mengoordinir.

“Kita akui bahwa Satpol PP selama ini rutin melakukan penertiban gepeng, tapi mereka kembali muncul. Kita berharap ke depan ada tindakan tegas dari pemko agar gepeng tidak kembali menghiasi Banda Aceh,” pungkasnya.(Mar/*)