Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Trio pelatih sepak bola Pra PORA Aceh Besar yang dipimpin Mukhlis Nakata bersama asistennya, M Hidayat dan pelatih kiper Rahmanuddin mulai berusaha membentuk formasi tim yang utuh dan solid, baik dalam menyerang maupun bertahan.
Dalam pelatihan yang dilaksanakan di Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar di bawah suhu 31 derajat Celcius pada Rabu (21/5/2025) sore, ketiga pelatih memainkan peran masing-masing.
Pelatihan yang tetap diawali dengan pemanasan mengelilingi lapangan dilanjutkan dengan latihan operan bola antar pemain sebelum dilanjutkan dengan sprint. Walau di bawah cuaca terik sore hari, fisik pemain muda ini tampak tetap bugar.
Nakata bersama Hidayat melanjutkan dengan strategi bermain, dengan menjelaskan posisi masing-masing pemain, mulai dari bek, gelandang, sayap dan striker. Pelatihan dibagi berdasarkan posisi pemain.

Nakata memberi penjelasan secara rinci kepada pemain dalam bertahan dan juga menyerang, termasuk bagaimana pergerakan pemain saat menerima bola dan melanjutkan operan kepada pemain.
Latihan ini dilaksanakan secara berulang-ulang, agar semua pemain memahami posisinya dengan baik. Terakhir dilanjutkan dengan show game singkat antar dua tim untuk mempraktekkan latihan sebelumnya.

Tim A dan B saling berhadapan dan Nakata bersama Hidayat mengatur posisi pemain berdasarkan peran masing-masing. Sekali-kali menghentikan show game karena pemain tidak tepat menempati posisinya.
Seusai latihan, Nakata kembali menjelaskan kepada pemain cara bergerak cepat dalam bertahan dan menyerang. Dia mengakui untuk membentuk formasi tim harus dilaksanakan latihan secara berulang sampai semuanya solid.
Sedangkan pelatih kiper, Rahmanuddin meningkatkan pola latihan dengan fokus antisipasi tendangan bola jarak jauh, seperti tendangan bebas di luar kotak penalti, baik dari sayap maupun tengah.

Pelatihan kiper kali ini terbilang berat, tiga kiper yang berlatih harus jatuh bangun dalam menahan bola tendangan sang pelatih. Rahmanuddin terus memberi aba-aba kepada pemain untuk bergerak di depan gawang, termasuk bagaimana pola jatuh seorang kiper dengan baik agar tidak cedera.
Latihan ini dilakukan secara berulang-ulang dengan berbagai teknik yang harus diperankan seorang kiper. Peningkatan pelatihan ini yang sudah sampai teknik mengantisipasi tendangan bola jarak jauh akan kembali ditingkatkan pada latihan berikutnya.

Selain itu, sejumlah anak-anak Desa Lubuk Sukon juga bermain sendiri bersama teman-temannya, tetapi tidak mengganggu pelatihan pemain Pra PORA Aceh Besar. Mereka menggunakan gawang kecil, bermain dengan gembira sambil memperhatikan pemain Pra PORA berlatih.
Latihan diakhiri dengan peregangan otot, doa bersama dan bersalaman dengan pelatih sebelum kembali pulang ke rumah masing-masing, seiring adzan Maghrib mulai berkumandang.(Muh)






