Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pemain sepak bola Pra PORA Aceh Besar terus menunjukkan perkembangan positif seusai menjalani latihan dalam dua pekan terakhir ini, baik fisik maupun skill mengolah si kulit bundar.
Pelatih Mukhlis Nakata didampingi asisten M Hidayat dan pelatih kiper Rahmanuddin terus menggembleng pemain dalam sejumlah pola latihan, khususnya dalam passing can crossing bola.
Nakata menjelaskan pelatihan kali ini memfokuskan pada kemampuan passing dan crossing, serta operan pendek dari satu pemain ke pemain lainnya. Namun, latihan tetap diawali dengan pemanasan, seperti lari keliling lapangan dilanjutkan dengan operan bola pendek dan lainnya.

Pada akhir latihan dilaksanakan show game satu Lapangan PS Lubuk, Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar pada Senin (12/5/2025) pagi, dari pukul 08.00 sampai 10.00 WIB.
Walaupun masih pagi hari, cuaca tampak menyinar terang dengan suhu diperkirakan sekitar 31 derajat Celcius, sehingga sangat menguras tenaga pemain dalam memainkan laga sesama pemain ini.
Nakata menyatakan dalam show game ini, intelegensi pemain dalam membaca permainan dan membuat keputusan tepat saat crossing bola atau menempati posisi kosong untuk menerima operan menjadi perhatiannya.
Dia menyatakan latihan ini lebih dari sekadar keterampilan fisik, seperti mengoper, menendang bola ke gawang atau mengontrol bola, melainkan mencakup pemahaman taktik yang telah diberikan sebelumnya.
Disebutkan, pelatih satu ini yang dikenal tegas dalam memberi pelatihan menyatakan taktik seorang pemain, seperti mengantisipasi operan bola atau kemampuan menempati posisi yang tepat di lapangan.

Mantan pemain Persiraja ini yang dikenal dengan panggilan ‘Kapten’ mengakui dalam show game tersebut masih ada kelemahan dari anak asuhnya yang rata-rata masih berusia muda dan harus segera diperbaiki.
Salah satunya, katanya, operan pendek yang kerap gagal diperagakan oleh para pemain, karena berhasil direbut atau dihadang oleh pemain lain. Padahal, dalam latihan kelompok, operan dari kaki ke kaki terus diperagakan dengan satu atau dua pemain sebagai penghadang.
Begitu juga dengan posisi seorang pemain, harus mampu membaca pergerakan temannya untuk membantu serangan atau juga bertahan. Seperti crossing, bola harus berada di depan, bukan di belakang, karena pemain tersebut harus terus bergerak saat akan menerima operan bola.
Dalam show game yang berhasil terciptanya dua gol melalui sundulan kepala dan tendangan keras dari luar kotak penalti menunjukkan skema serangan sudah mulai terlihat, walau kadang-kadang stamina pemain sudah tampak menurun, seperti menendang bola dari sayap seperti tidak ada tenaga.

Begitu juga passing bola jauh ke depan, kadang-kadang pemain yang menerima umpan, bola terpental jauh, sehingga berhasil direbut tim lawan. Atau juga operan mengenai badan lawan, karena tidak bisa melewati sempitnya celah mengirim operan bola.
Sedangkan komunikasi antara pemain sudah mulai terlihat dengan meminta operan bola dari temannya atau juga menunjuk arah bola yang akan ditendangnya, sehingga bisa dibaca dan diterima dengan baik.
Namun, secara keseluruhan, pola permainan yang ditunjukkan sudah terbentuk, walaupun masih ada kekurangan di sana-sini. Bahkan, pelatih Nakata sempat berteriak kepada pemain untuk mengisi posisi yang kosong untuk menerima umpan bola.
Atau juga menghentikan laga, saat seorang pemain melakukan kesalahan, karena asyik mengolah bola sendiri tampak memperhatikan temannya yang sudah meminta bola, sehingga bola direbut tim lawan.
Permainan yang berlangsung menarik ini berada di bawah teriknya matahari pagi, sehingga ada jeda istirahat sebelum melanjutkan laga. Walaupun demikian, para pemain tetap berusaha menunjukkan permainan terbaiknya kepada pelatih yang terus memantau laga tersebut.
Pada akhir latihan, dilaksanakan tendangan penalti kepada seluruh pemain dan penjaga gawang secara bergantian. Tendangan penalti para pemain ini, sebagian masuk gawang, tetapi lainnya melenceng ke atas, atau sisi kiri dan kanan gawang.

Keseruan latihan di tengah-tengah kucuran deras keringat para pemain ditambah dengan Manajer Wahyu ‘Al Yunirun’ mencoba sebagai kiper dengan penendang M Hidayat. Bahkan, Sekretaris Yahpi atau Syahrizal juga ikut melakukan tendangan penalti, tetapi tendangannya lemah melenceng ke sisi kiri gawang.
Pelatihan diakhiri dengan doa bersama dan bersalam-salaman dengan pelatih, manajer dan sekretaris Tim Sepak Bola Pra PORA Aceh Besar. Latihan akan dilanjutkan pada Selasa (13/5/2025) pagi, juga di Lapangan PS Lubuk.(Muh)






