Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Ilmu adalah salah satu jalan yang paling menentukan untuk menuju titel yang bernama taqwa, dalam konteks ini adalah ilmu agama yang mempelajari secara detail bagaimana sikap seorang hamba selaku makhluk Allah. Tanpa hal itu, akan sulit untuk menggapai yang namanya taqwa.
Hal itu terungkap dalam halaqah rutin di Balee Beut Meuligoe Bupati Aceh Besar, Kamis (01/08/2024) malam. Seperti malam malam sebelumnya, halaqah rutin itu diasuh oleh Teungku Junaidi Nasruddin, imuem chik Masjid Agung Almunawwarah, Kota Jantho.

Menurut Teungku Junaidi yang akrab disapa Abah Junaidi itu, salah satu jalan untuk menggapai taqwa adalah, seorang hamba haruslah menjauhkan diri dari hal hal yang tak dikehendaki atau dilarang Allah.
Artinya, tidak mengerjakan dosa kecil hingga besar baik secara temporer, konon lagi secara berkekalan. Karena esensi dari taqwa adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Arti taqwa ini merujuk pada kata waqa-yaqi-wiqayah dalam bahasa Arab yang berarti memelihara atau menjaga diri. Kata waqa memiliki makna melindungi sesuatu, yaitu melindungi dari berbagai hal yang membahayakan dan merugikan.
Menurut Abah yang juga pengasuh Dayah Mahadul Fata Lamkabeu Seulimuem itu, dalam konteks menuntut ilmu agama itulah yang membuat tingkatan taqwa orang sufi dan orang awam, akan memiliki level nilai yang berbeda. “Makanya, ilmu sangat menentukan dalam mencapai ketaqwaan,” tandas Abah.
Di dalam Alquran sedikitnya ada 10 ayat yang menyebutkan perihal ketaqwaan. Dengan ilmu setiap hamba yang mendapatkan empat ciri ketaqwaan, yaitu tawaduk (rendah hati), Qanaah (sederhana), waraq (terpelihara dari perbuatan haram dan subhat) serta yakin (sebuah keteguhan hati tentang kekalan hubungan hamba dengan sang khalik dalam setiap inci kehidupan yang dilalui).
Seperti biasa, pengajian yang diikuti seratusan orang itu termasuk Pj Bupati Aceh Besar Muhammad Iswanto serta beberapa OPD itu, diwarnai dengan tanya jawab dalam suasana sangat cair dengan para jamaah yang berasal dari warga Kota Jantho dan Kemukiman Jantho itu.
Khusus malam itu, Pj Bupati Muhammad Iswanto menyediakan kuah beulangong gulai kambing untuk jamaah pengajian. Walhasil, setelah pengajian tuntas, jamaah langsung menyantap kuah beulangong.
“Alhamdulillah, malam ini sedikit spesial, Pak Bupati selaku tuan rumah menyediakan kuah beulangong untuk jamaah, semoga rezeki makin berkah,” ujar Bahrul Jamil, salah seorang jamaah dari Kota Jantho yang juga Kadisdik Aceh Besar.(CBoy/*)






