Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Semenjak bahan kebutuhan pokok mengalami kenaikan, membuat para ibu-ibu yang belanja di Pasar tradisional Sibreh mengaku pusing.
“Pusing lah, karena uang belanja yang diberi suami paling banyak Rp Rp 50 ribu paling tinggi Rp 100 ribu, sudah pasti tak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, belum lagi buat anak sekolah,” ujar Yusma Yani (48) kepada Kabarnanggroe.com, di Pasar Sibreh Suka Makmur, Aceh Besar, Rabu (06/03/2024) pagi.
Belum lagi, dengan naiknya harga bahan sembako membuat dirinya harus berhemat demi bisa memenuhi kebutuhan keluarga. “Saya harus hemat-hemat, yang biasa belinya satu kilo, sekarang belinya setengah kilo, bahkan ada yang saya beli Rp 5000 ribu, yang penting ada,” tuturnya.
Dirinya mengakui kebingungan lantaran harga sayuran seperti kentang, tomat, cabai naik hingga dua kali lipat.
“Biasanya Harga kentang Rp 15.000 per kilo, sekarang sudah Rp 20.000 per kilo, bila cabai merah keriting sekarang Rp 65.000 per kilo, sebelumnya Rp 40.000 per kilogram asih Rp 18.000 sekilo, sama halnya dengan tomat sekarang dijual Rp 20.000 per kilogram, dulu bisa Rp 10.000 atau 18.000 ribu per kilogram. Kenaikan ini sudah kelewatan batas naiknya,” keluhnya.
Hal yang sama juga disampaikan Siti (40), kenaikan bahan sembako sekarang tidak diimbangi dengan pendapatan masyarakat, sehingga masyarakat kurang mampu terbebani.
“Saya akui sangat kesulitan imbas lonjakan harga bahan pokok selama ini, suami saya hanya berkerja sebagai buruh harian kami,” sebutnya.
Siti berharap banyak pada pemerintah harus segera ada perubahan. “Kami berharap, harga kebutuhan pokok harus segera diturunkan pada saat menyambut bulan Ramadhan nanti,” harap Siti. (Dj).






