Daerah  

Pendidikan Anti Korupsi Harus Dimulai Dari PAUD Hingga Maut Menjemput

Deputi Pendidikan dan Serta masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) Wawan Wardiana, Banda Aceh, Sabtu (11/11/2023) malam. FOTO/ DJ88

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Deputi Pendidikan dan Serta masyarakat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK-RI) Wawan Wardiana mengatakan pendidikan anti korupsi ini harus dimulai dari Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga menjelang maut.

“Kenapa, karena kita tidak pernah tahu, 1 jam sebelum maut menjemput, otomatis pejabat masih mengkondisikan untuk bisa melakukan tindakan-tindakan korupsi. Kemudian, 1 jam sebelum maut menjemput masih menginstruksikan kepada bawahannya untuk melakukan kejahatan korupsi dan kita tidak pernah tahu,” hal itu disampaikan Wawan Wardiana saat menutup kegiatan Roadshow Bus KPK & Road to Hakordia 2023 dan pekan raya UMKM Aceh yang berlangsung di Gedung Balee Meuseuraya Aceh, Sabtu (11/11/2023). Malam

Maka untuk itu, KPK selalu mengajak pejabat dan masyarakat untuk mengamalkan nilai-nilai kejujuran mandiri dan tanggung jawab, namun bukan hanya untuk dihafal atau diamalkan, tapi harus dicoba mengimplementasi dalam kehidupan sehari-hari.

“Tentunya pejabat berkata, bapak dan ibu harus menjadi tauladan, menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengamalkan nilai-nilai dari Kejujuran, mandiri dan tanggung jawab,” pintanya.

Ia menyebutkan, tugas KPK bukan hanya menangkap koruptor. Namun juga mengedukasi dan mengampanyekan agar masyarakat tercegah dari perilaku korupsi.

“Upaya ini tidak bisa sukses bila hanya KPK yang melakukan, semua lapisan masyarakat harus bergerak mendukung nilai-nilai anti korupsi,” sebut Wawan.

Diakhiri sambutannya, Wawan Wardiana menyampaikan terima kasih atas partisipasi Pemerintah Aceh menyukseskan kegiatan Road Show Bus KPK. Semoga semua rangkaian kegiatan bisa menumbuhkan nilai-nilai anti korupsi bagi jajaran Pemerintah Aceh dan masyarakat.

“Maka, kami harapkan, para Pejabat di Aceh harus menjadi contoh yang baik bagi masyarakat untuk menerapkan budaya anti korupsi,” ungkap Wawan. (Dj).