Kabarnanggroe.com, Sigli – Memasuki Musim Tanam (MT) rendengan 2023/2024, seluas 24.100 hektar lahan sawah di Kabupaten Pidie pada bulan oktober akan dilakukan penanaman padi serentak.
Hal tersebut merupakan salah satu poin penting dari hasil rapat koordinasi turun ke sawah MT rendengan 2023/2024, di aula Sekdakab Pidie, Kamis (21/9/2023).
Rakor dihadiri Penjabat Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, Kapolres AKBP Imam Asfali, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Hasballah, dan camat serta pihak terkait.
Pj Bupati Pidie, Wahyudi Adisiswanto, menyampaikan dalam rapat tersebut, untuk lebih terfokus terhadap ketahanan pangan, menurutnya, ketahanan pangan itu akan dipengaruhi oleh dua faktor adalah harga barang dan daya beli.
“Dengan harga narang akan naik terus menerus dan mempengaruhi akan terjadi inflasi ketersediaan barang juga turut berpengaruh dampak kenaikan harganya,” katanya.
Untuk itu, Pj Bupati Pidie berharap dengan digelarnya rapat koordinasi turun ke sawah ini, setidaknya telah tercipta kesamaan visi dalam menjalankan sistim pertanian, sehingga akan berdampak terhadap ketahanan pangan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Pidie, Hasballah, mengatakan pada musim tanam akan diterapkan nantinya ada tiga pola yakni yang tersedia air di daerah yang pertama tamam dan yang kedua panenanam bawang merah di daerah yang kurang dan yang ketiga padi jagung, yang ketersediaan air yang cukup maka akan menanam dua kali tanaman padi, dan satu kali tanaman bawang dalam satu tahun.
“Daerah yang ketersediaan air agak berkurang maka dalam satu tahun satu kali menanam padi, dua kali menanam bawang,” kata Hasballah.
Dalam Rakor tersebut, pihaknya telah mengumpulkan seluruh penyuluh pertanian dan sektor terkait untuk mendukung MT rendengan tahun ini.
Terkait, daerah yang kekurangan air akan menanam padi satu kali dan satu kali akan menanam jagung dan satu kali menanam bawang.
Untuk mendukung, tahun 2024 nanti Kabupaten Pidie akan mendapat bantuan bawang merah dari Kementan sekitar 20 hektare dan menerapkan manejemen pola tanam yang baik dengan luas baku sawah di Pidie sekitar 24.784 hektare lebih dan ketiga terbesar di Aceh setelah Aceh Besar.
“Kita perlu dilakukan kordinasi dengan tepat saat musim tanam mulai dengan Kejruen Blang, petugas penyuluhan pertanian, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu (BOPT) pihak kecamatan, dan distributor pupuk” ujar Hasballah,
Selanjutnya menjelaskan kesedian pupuk, tidak kuatir, karana ketersediaan pupuk tahun 2023 ini sekitar 16 ribu ton, dan baru tersalur dari Januari hingga Agustus baru sekitar 6 ribu ton, dan sisanya 10 ribu ton akan disalurkan pada Oktober, November, dan Desember 2023.
“Makanya perlu keselarasan tingkat kebutuhan pupuk dan penyalurannya peran distributor dan penyuluhan sangat penting, sehingga penyaluran pupuk dapat terserap hingga akhir tahun ini,” demikian Hasballah. (Hrs)






