Kabarnanggroe.com, Kota Jantho–Saluran irigasi di wilayah Kecamatan Simpang Tiga, Kabupaten Aceh Besar, tidak berfungsi hingga akhirnya terbengkalai kurang lebih selama 30 tahun. Pihak petani pun mendorong pemerintah untuk memperbaiki saluran irigasi ini karena sangat urgen bagi para petani.
“Irigasi ini sudah 30 tahun lebih terbengkalai. Ada wujudnya, tapi tak berfungsi karena tidak bisa dialirkan airnya,” ujar Ketua Tani Gampong Ateuk Mom Panah, Kecamatan Simpang Tiga, Marina, kepada pewarta Kabarnanggroe.com, di Aceh Besar, Sabtu (05/08/2023).
Menurut Marina pemerintah seakan tidak peduli dalam menuntaskan persoalan yang dialami petani. Ia pun menyayangkan kinerja pemerintah yang sudah puluhan tahun tidak memperbaiki saluran irigasi ini.
“Pemerintah lalai dalam hal mengurusi ini. Pembangunan saluran irigasi sudah tidak pernah lagi dipelihara,” katanya
Ia menengaskan, yang sebenarnya kami sudah pernah mengusulkan kepada pemerintah untuk dilakukan perbaikan. Karena kondisi irigasi sudah memperhatinkan.
“Tapi, pihak Pemerintah Aceh Besar menolak dengan alasan irigasi tersebut irigasi pembuangan. Kami, sangat kecewa dengan alasan penolakan tersebut. Seharusnya kan dicarikan solusi,” tegasnya
Disamping itu, Marina menjelaskan, harus di ketahui semua, bahwa saluran irigasi tersebut, dari nenek moyang kami sudah digunakan dan menjadi andalan untuk petani di wilayah Simpang Tiga dan sekitarnya.
“Biarpun pemerintah menganggap irigasi tersebut saluran pembuangan. Tapi, bagi kami irigasi itu bisa menjadi dua fungsi, pertama untuk mengalirkan air saat nanam padi dan yang kedua untuk mengatasi saat terjadinya banjir,” jelasnya
Ia mengungkapkan, tidak berfungsinya irigasi sangat berdampak bagi kehidupan para petani, karena persawahan mengalami kekeringan akibat kekurangan pasokan air.

“Padahal, bila irigasi tersebut bagus, otomatis air akan bisa teralirkan, karena irigasi itu tersambung dengan irigasi yang ada di daerah Sibreh dan Samahani. Tapi, karena kondisi irigasi yang sudah dangkal, air dari Waduk keliling tidak bisa dialirkan hingga ke simpang tiga,” tuturnya.
Maka, kami sangat mengharapkan adanya perhatian khusus dari Pemerintah terhadap petani, supaya keinginan petani untuk mendapatkan hasil yang berkualitas dapat terwujud.
“Karena, hasil pertanian yang baik akan memberikan dampak positif kepada daerah, masyarakat dan tentu petani itu sendiri. Jadi, kami sangat berharap kepedulian baik itu Pemerintah Aceh maupun Pemkab Aceh Besar, agar irigasi itu dibangun kembali dan dapat difungsikan,” pungkas Marina.(DJ)






