Stok Hewan Kurban 2023 di Aceh Capai 79.236 Ekor

* Aceh Bebas dari PMK

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Dalam menyambut Hari Raya Idul Adha 1444 H Tahun 2023, Dinas Peternakan Aceh memastikan ketersediaan stok hewan kurban di Provinsi Aceh mencapai 79.236 ekor. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya, stok hewan kurban pada Tahun 2022 berjumlah 69.289 ekor.

“Peningkatan ini hampir mencapai 10.000 ekor jika dibandingkan tahun lalu,” ucap Drh Teuku Munazar, Sekretaris Dinas Peternakan Aceh, di Kantor Dinas Peternakan Aceh, Banda Aceh, Rabu (21/6/2023).

T Munazar menjelaskan, jumlah tersebut berdasarkan laporan yang diterima Dinas Peternakan Aceh dari setiap kabupaten/kota se-Aceh. Stok hewan kurban tersebut merupakan jumlah secara keseluruhan dari setiap jenis hewan kurban, di antaranya merupakan sapi, kerbau, dan domba.

“Asal hewan kurban ini dari kabupaten/kota se-Aceh yang telah dilaporkan ke Dinas Peternakan Aceh,” ujarnya.

Bebas PMK
Selain itu, Sekdis Peternakan Aceh mengatakan, Provinsi Aceh sudah dipastikan dalam Tahun 2023 terbebas dari kasus Penyakit Kuku dan Mulut (PMK). Sejak tanggal 3 Oktober 2022, Dinas Peternakan Aceh tidak lagi menerima laporan terkait kasus tersebut dari Dinas Peternakan tingkat kabupaten/kota.

“Sejak saat itu kita sudah terbebas dari PMK, dan dalam tahun ini sudah terjamin hewan kurban tersebut dalam kondisi yang sangat baik,” jelas T Munazar.

Menurutnya, meskipun pelaporan terkait kasus PMK sudah nihil, namun vaksinasi terhadap hewan ternak tetap akan dilakukan. Dalam hal itu, agar terjaminnya setiap hewan ternak tidak terjangkit virus serupa yang berasal dari hewan ternak yang masuk dari luar Provinsi Aceh.

“Memang di Aceh sudah zero kasus PMK, namun diluar Aceh masih belum dapat dipastikan sudah atau tidaknya terbebas dari kasus PMK itu. Untuk mengantisipasi terjangkit lagi kasus serupa, kita harus tetap melakukan vaksinasi,” terangnya.

Sementara itu, T Munazar menuturkan, Dinas Peternakan Aceh bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Syiah Kuala, beserta Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) untuk melakukan pemantauan langsung saat pelaksanaan kurban di Kota Banda Aceh dan Aceh Besar.

“Untuk menghilangkan rasa was-was masyarakat terhadap virus PMK, kita bentuk tim untuk melakukan pemantauan langsung saat pemotongan hewan kurban,” pungkasnya.(WD)