Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Pengurus Pimpinan Wilayah (PW) Wanita Islam Provinsi Aceh, resmi dilantik oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Wanita Islami Dra Hj Marfuah Musthofa MPd. Dalam pelaksanaan pelantikan tersebut, Dra Muslihah IT didapuk menjadi Ketua PW Wanita Islam Aceh, dan Dra Salmiah Jamil MPd menjadi Sekretaris PW. Pelantikan tersebut dilakukan secara serentak bersama pengurus lainnya, di Restauran Kuala Village Kota Banda Aceh pada Sabtu (10/6/2023) siang.
Usai melantik pengurus PW Wanita Islam Aceh tersebut, Ketua PP WI berpesan untuk segenap pengurus agar tetap menjalankan program-program sesuai dengan ketentuan yang berlaku, serta dapat mengembangkan potensi waqaf yang dapat memberikan manfaat bagi sesama.

“Waqaf itu dapat memberikan manfaat yang sangat besar bagi setiap orang, seperti halnya orang Aceh yang dulunya pernah mewaqafkan tanah di Arab Saudi bahkan bisa memberikan manfaat untuk masyarakat Aceh hingga kini,” ucapnya.
Selain itu, Ketua PW Wanita Islam Aceh Dra Muslihah IT mengatakan, organisasi tersebut merupakan salah satu organisasi tertua yang ada di Indonesia. Organisasi tersebut telah lahir sejak Tahun 1962, dan sampai saat ini sudah berusia 61 tahun lamanya.

“Organisasi ini sudah ada sejak lama, bahkan sudah melebihi setengah abad lamanya,” ujarnya.
Kemudian, sambungnya, kehadiran organisasi wanita islam tersebut untuk dapat berperan aktif dalam masyarakat. Sebagaimana sejak dulu, organisasi tersebut sudah aktif dalam berbagai hal, baik itu dalam meningkatkan perekonomian masyarakat serta membantu pemerintah dalam membangun bangsa Indonesia.
“Sejak dulu wanita islam sudah hadir dalam masyarakat dan berperan penting bagi semuanya,” sebut Dra Muslihah.
Sementara itu, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, melalui Plt Kepala DP3A Aceh Meutia Juliana SSTP MSi menuturkan, harapan terbesar organisasi wanita islam Aceh dapat mengembangkan jaringan kerjasama yang tidak mengikat, baik itu bersama pemerintah dan swasta, bahkan ditingkat daerah, wilayah, nasional hingga internasional.

“Kita sangat berharap wanita islam Aceh bisa memberikan konstribusi serta membangun kerjasama dengan pemerintah maupun swasta dalam meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Meutia.
Kemudian, lanjutnya, kebanggaan organisasi tidak hanya dilihat dari kemampuan individu, tetapi dilihat juga dilihat dari kepengurusan dalam membantu, menyiapkan, serta mendidik untuk meningkatkan kualitas keimanan perempuan yang juga dibekali dengan kemampuan dan keterampilan.
“Kebanggaan suatu organisasi dilihat dari kemampuan dan keterampilan bersama,” pungkasnya.(WD)






