Iran Tersingkir di Piala Dunia, Kepala Keamanan AS Joget Kegirangan

Kepala Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin berjoget kegirangan begitu mengetahui timnas Iran tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026. FOTO/REUTERS

Kabarnanggroe.com, Jakarta – Kepala Keamanan Dalam Negeri  Amerika Serikat  Markwayne Mullin berjoget kegirangan begitu mengetahui timnas  Iran tersingkir dari ajang Piala Dunia 2026.

Mullin secara blak-blakan mengatakan bahwa ia “menari gembira” saat langkah timnas Iran terhenti di Piala Dunia 2026.

Iran gagal lolos dari babak penyisihan grup karena kalah selisih gol. Mehdi Taremi dan kawan-kawan sempat mencetak gol di menit-menit akhir melawan Mesir, namun gol itu dianulir wasit karena offside tipis.

Pelatih Amir Ghalenoei mengatakan skuadnya adalah tim yang “paling tertindas” di turnamen tersebut di tengah konflik negara itu dengan AS dan Israel, dikutip dari BBC .

Kamp Iran dipindahkan dari Arizona ke Tijuana, Meksiko sebelum Piala Dunia dimulai dan mereka melakukan perjalanan sepanjang turnamen.

Skuad berjulukan Team Melli sebenarnya sempat memiliki peluang lolos ke 32 besar mengincar delapan jatah peringkat tiga terbaik. Namun, Iran dipastikan tersingkir setelah Aljazair dan Austria bermain imbang di laga segrup.

Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin kemudian mengatakan: “Saya senang mereka sudah selesai, dan mereka tidak akan kembali. Saya sangat senang ketika kami dapat mencabut visa mereka dan mengatakan mereka dapat meninggalkan wilayah AS, dan saya mungkin menyanyikan satu atau dua lagu atau bahkan menulis dengan gembira.”

“Tidak ada satu pun tim yang harus kami tangani lebih lama dari Iran,” ujar Mullin.

Iran hanya diizinkan masuk ke AS sehari sebelum dua pertandingan pertama mereka dan harus meninggalkan AS pada hari yang sama dengan pertandingan, sesuai dengan ketentuan visa mereka.

Pembatasan tersebut dilonggarkan untuk pertandingan grup terakhir mereka di Seattle, memungkinkan mereka tiba dua hari lebih awal. Namun, mereka harus kembali ke Tijuana setelah pertandingan pada Sabtu.

Pelatih Iran Ghalenoei mengatakan bahwa AS, tuan rumah bersama Piala Dunia dengan Kanada dan Meksiko, telah “memperlakukan kami dengan sangat tidak adil” dan bahwa skuadnya telah diberi “kurang dari setengah” waktu pelatihan yang dibutuhkan. Bersiaplah.

Kapten Iran, Mehdi Taremi, menambahkan: “Ketegangan semacam ini merusak kegembiraan Piala Dunia. Saya merasakan ketegangan sejak saat pertama kami tiba.”(Muh/*)

Exit mobile version