Kabarnanggroe.com, Banda Aceh – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Banda Aceh, Dr Musriadi, S.Pd.I M.Pd., mengajak seluruh pemangku kepentingan pendidikan di Aceh menjadikan peringatan Hari Pendidikan Daerah (Hardikda) ke-66 tahun 2025 sebagai momentum untuk meningkatkan mutu pendidikan sekaligus memperkuat pengembangan karakter siswa.
Menurutnya, pendidikan Aceh tidak hanya dituntut melahirkan generasi cerdas dan unggul dalam akademik, tetapi juga generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki kepedulian sosial.
“Hardikda adalah warisan sejarah perjuangan pendidikan di Aceh. Momentum ini harus kita jadikan sebagai pengingat bahwa tanggung jawab pendidikan bukan hanya mencetak siswa yang pintar, tetapi juga berkarakter kuat dan siap menghadapi tantangan zaman,” ujar Musriadi dalam keterangannya di Banda Aceh, Jumat (29/8/2025).
Musriadi menekankan, DPRK Banda Aceh akan terus mendorong peningkatan kualitas guru, pembenahan sarana dan prasarana pendidikan, serta memperkuat program ekstrakurikuler di sekolah. Ia menilai, kegiatan olahraga, seni, budaya, dan penguatan pendidikan agama harus berjalan seiring dengan pembelajaran akademik demi membentuk pribadi siswa yang seimbang antara intelektual dan moral.
“Mutu pendidikan di Aceh harus ditopang dengan pembinaan karakter. Inilah modal besar bagi Aceh untuk bangkit dan menjadi teladan dalam dunia pendidikan nasional,” tegas Musriadi.
Ia juga mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk ikut berperan aktif dalam mendukung gerakan pendidikan, mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, hingga komunitas, agar cita-cita besar menjadikan Aceh sebagai daerah yang maju dan berdaya saing dapat terwujud.
Peringatan Hardikda Aceh ke-66 tahun 2025 diperingati pada Selasa, 2 September 2025, untuk mengenang peresmian Kota Pelajar dan Mahasiswa (Kopelma) Darussalam oleh Presiden Soekarno pada 2 September 1959, yang hingga kini menjadi simbol kebangkitan pendidikan di Tanah Rencong.(Mar/*)