Kabarnanggroe.com, Banda Aceh β Pertandingan sepakbola dalam rangka memperingati HUT ke-13 Pos Aceh juga dimeriahkan dengan tendangan adu penalti.
Tunggu dulu, bukan adu penalti seusai laga berakhir seri, tetapi khusus adu penalti dari masing-masing klub. Waktunya, diambil satu hari di Lapangan Matador, Meunasah Papen, Aceh Besar pada 8 Oktober 2025.
Adu penalti ini dilaksanakan sebelum kick-off pertandingan pada 9 Oktober 2025. Ini akan menjadi sejarah tersendiri dalam persepakbolaan di Aceh.
Setiap tim mengirimkan 5 pemain untuk menjadi eksekutor penendang penalti dan 2 kiper. Untuk tim yang paling banyak menjebol gawang akan menjadi pemenang. Tetapi jika ada hasil sama, maka akan dilaksanakan adu penalti sampai ada yang menjadi juara.
Syahrizal alias Yahpi menyebut ini akan menjadi hal baru di Aceh. βIni baru pertama kalinya, adu penalti menjadi sebuah kompetisi,β katanya dalam rapat di Indatue Kopi Banda Aceh, Rabu (27/8/2025) malam.
Jika ini benar, maka Pos Aceh akan mencatatkan diri sebagai penyelenggara pertama adu penalti yang ikonik di bumi Serambi Mekkah ini. Sebuah negeri yang telah banyak menyumbang pencetus berdirinya berbagai lembaga dan lainnya di Indonesia.
Untuk biaya pendaftaran, cukup membayar Rp 300 ribu untuk satu tim, terdiri dari lima orang. Penendang dibatasi dari usia 40 tahun dengan kiper berusia 35 tahun.
Hadiah telah dipersiapkan untuk tim pemenang, dari juara 1, 2 dan 3-4. Tentunya, bukan hadiah yang dikejar, tetapi kebersamaan dalam kegembiraan.
Kompetisi adu penalti ini pasti akan berlangsung seru dan menegangkan. Apalagi, pejabat daerah ikut jadi eksekutor, maka akan lebih seru lagi.
Kita tunggu saja tanggal mainnya! Sebuah kompetisi unik yang juga dapat menjadi hiburan bagi masyarakat dan juga peserta.(Muh)