Kabarnanggroe.com, Langsa – Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Langsa melaksanakan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Pemberdayaan Alternatif pada Kawasan Rawan Narkoba guna mengukur efektivitas program, mengevaluasi perkembangan usaha para alumni pelatihan life skill, serta memastikan pemberdayaan ekonomi masyarakat berjalan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya pencegahan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika, di Gampong Alue Beurawe, Kecamatan Langsa Kota, Rabu (29/7/2026).
Monitoring dan evaluasi yang diikuti oleh 25 peserta yang terdiri dari 20 peserta alumni pelatihan life skill dan lima orang pendamping tersebut, dipimpin langsung oleh Plt Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra, serta dipandu Ketua Tim Pemberdayaan Masyarakat (Dayamas) BNN Kota Langsa, Cut Maria S.Sos. Turut hadir Tim Monev BNN Kota Langsa, Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Samudera, aparatur Gampong Alue Beurawe, pengurus BUMG, serta unsur masyarakat yang menjadi peserta program.

Pada kesempatan itu, Plt Kepala BNN Kota Langsa, Hasnanda Putra ST MM MT mengungkapkan, pemberdayaan alternatif merupakan salah satu strategi BNN dalam membangun ketahanan masyarakat di kawasan rawan narkoba melalui peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi.
“Program ini tidak berhenti pada pelatihan semata, tetapi harus mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan. Monitoring dan evaluasi menjadi bagian penting untuk mengetahui sejauh mana ilmu dan keterampilan yang telah diberikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian keluarga,” ujarnya.
Hasnanda Putra yang akrab disapa Bang Has itu menjelaskan, peserta yang mengikuti kegiatan merupakan alumni pelatihan life skill pengembangan ternak bebek entok yang sebelumnya difasilitasi BNN Kota Langsa. Karena itu, evaluasi juga difokuskan pada perkembangan usaha serta tingkat kemandirian ekonomi para peserta setelah mengikuti program tersebut.
Kemudian, Bang Has juga mengajak seluruh peserta terus mengembangkan keterampilan yang telah dimiliki dan memanfaatkan peluang usaha agar mampu meningkatkan kesejahteraan keluarga sekaligus menjadi agen perubahan dalam mendukung upaya Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN).
“Keberhasilan program pemberdayaan alternatif sangat ditentukan oleh komitmen peserta serta dukungan pemerintah gampong, tokoh masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan. Sinergi yang kuat akan menciptakan masyarakat yang mandiri, produktif, dan memiliki ketahanan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika,” katanya.
Sementara itu, Kepala UPA Pengembangan Karir dan Kewirausahaan Universitas Samudera, Dr Banta Cut ST MT, mengapresiasi pelaksanaan program pemberdayaan alternatif yang dinilai mampu meningkatkan kapasitas dan keterampilan masyarakat.
Menurutnya, penguatan life skill merupakan langkah strategis dalam menciptakan sumber daya manusia yang produktif, mandiri, dan berdaya saing, sekaligus menjadi salah satu upaya nyata mencegah penyalahgunaan narkoba melalui penguatan ekonomi masyarakat.
“Kami berharap sinergi antara Universitas Samudera, BNN Kota Langsa, pemerintah gampong, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat melalui pelatihan, pendampingan, pengembangan kewirausahaan hingga pemasaran hasil usaha masyarakat,” ucapnya.
Selain itu, Keuchik Alue Beurawe, Nurdin, turut menyampaikan apresiasi atas terlaksananya program tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak masyarakat, khususnya kalangan generasi muda.
“Melalui peningkatan keterampilan, masyarakat memiliki bekal untuk meningkatkan taraf ekonomi keluarga sehingga tidak mudah terpengaruh maupun terjerumus dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba. Kami berharap sinergi antara BNN Kota Langsa, pemerintah gampong, dan seluruh elemen masyarakat terus diperkuat agar Gampong Alue Beurawe menjadi lingkungan yang produktif, mandiri, aman, dan bersih dari penyalahgunaan narkoba,” sebut Nurdin.(Wahyu/*)