Lima Gampong di Aceh Timur Terima 4,2 Juta Benur untuk Pulihkan Tambak Pascabencana

Penebaran perdana benur udang vaname secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Rabu (16/9/2026). FOTO/Pemkab Aceh Timur

Kabarnanggroe.com, Idi — Pemerintah melakukan pemulihan mata pencaharian pembudi daya tambak yang terdampak banjir.

Sebanyak 4,2 juta ekor benur udang vaname bantuan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KP) disalurkan untuk mengaktifkan kembali 120 hektare tambak masyarakat.

Penebaran perdana dilakukan secara simbolis di Gampong Matang Peulawi, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Kabupaten Aceh Timur, Aceh, Rabu (16/9/2026).

Bantuan tersebut menyasar pembudi daya di lima gampong yang telah siap melakukan penebaran, yakni Matang Peulawi, Cot Keh, Cot Muda Itam, Pasir Putih, dan Paya Lipah.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al Farlaky mengatakan, pemulihan sektor perikanan menjadi perhatian pemerintah daerah.

Pasalnya, banjir berdampak langsung terhadap kegiatan budi daya dan perikanan tangkap yang menjadi sumber penghidupan masyarakat.

“Usai banjir, kami terus melakukan pendataan terhadap sektor perikanan, mulai dari kerusakan tambak hingga kapal-kapal nelayan,” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Minggu (20/9/2026).

Ia ingin memastikan masyarakat yang terdampak mendapatkan perhatian serta dukungan untuk kembali menjalankan usahanya.

Ratusan hektare tambak terdampak banjir Aceh Timur memiliki sekitar 18.810 hektare lahan tambak yang tersebar di wilayah pesisir.

Di Kecamatan Peureulak, luas tambak yang dikelola masyarakat mencapai sekitar 2.156 hektare dengan 313 hektare di antaranya terdampak banjir.

Kerusakan tidak hanya terjadi pada petakan tambak, tetapi juga pada tanggul dan pintu air.

Sedimentasi lumpur pada saluran turut menghambat sirkulasi air yang diperlukan untuk memulai kembali kegiatan budidaya.

Melalui Balai Perikanan Budidaya  Air Payau Ujung Batee, Kementerian KP menyalurkan 4,2 juta benur udang vaname sebagai tahap awal rehabilitasi sektor perikanan budi daya.

Bantuan tersebut diharapkan mengembalikan produktivitas tambak serta membantu pembudi daya memperoleh kembali pendapatan setelah terdampak bencana.(Muh/*)

Exit mobile version