Kabarnanggroe.com, Kota Jantho – Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 di Kabupaten Aceh Besar menjadi momentum istimewa bagi empat pemuda berprestasi yang menerima penghargaan Pemuda Inovatif Tahun 2026. Penghargaan tersebut diberikan Pemerintah Aceh Besar sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, dedikasi, dan kontribusi nyata generasi muda dalam melahirkan inovasi serta memberikan dampak positif bagi masyarakat.
Keempat penerima penghargaan tersebut yakni Zainuddin, inovator sofa berbahan botol plastik bekas; Maulizan, pencipta kompor berbahan bakar oli bekas; Asnidar, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM); serta Prithi Riski Dewi, jurnalis perempuan yang berkontribusi melalui dunia jurnalistik.
Penghargaan tersebut diberikan dalam rangkaian upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 yang berlangsung di Halaman Kantor Bupati Aceh Besar, Kota Jantho, Rabu (28/10/2026).
Wakil Bupati Aceh Besar Syukri mengatakan pemberian penghargaan Pemuda Inovatif Tahun 2026 menjadi salah satu bentuk perhatian pemerintah terhadap potensi besar generasi muda Aceh Besar dalam mendukung pembangunan daerah.
“Melalui penghargaan ini, diharapkan semakin banyak pemuda yang terdorong untuk mengembangkan kemampuan, menciptakan terobosan, dan berani menghadirkan solusi atas berbagai tantangan yang dihadapi masyarakat,” katanya.
Keempat sosok tersebut hadir dengan latar belakang dan bidang pengabdian yang berbeda. Namun, mereka memiliki semangat yang sama, yakni menghadirkan karya, membuka peluang, dan memberikan manfaat bagi masyarakat melalui kemampuan serta potensi yang dimiliki.
Zainuddin, melalui inovasinya, berhasil mengubah botol plastik bekas menjadi produk furnitur berupa sofa yang memiliki nilai fungsi dan estetika. Inovasi tersebut menjadi contoh nyata bagaimana limbah plastik yang selama ini menjadi persoalan lingkungan dapat dimanfaatkan menjadi produk bernilai ekonomis.
Karya tersebut tidak hanya menunjukkan kreativitas dalam pengolahan barang bekas, tetapi juga menghadirkan gagasan ekonomi sirkular yang berpotensi dikembangkan sebagai peluang usaha berbasis lingkungan.
Sementara itu, Maulizan menghadirkan inovasi berupa kompor yang memanfaatkan oli bekas sebagai bahan bakar alternatif. Karyanya menunjukkan keberanian generasi muda dalam mengeksplorasi teknologi tepat guna melalui pemanfaatan material sisa yang selama ini kurang dimanfaatkan.
Inovasi kompor oli bekas tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut sebagai teknologi alternatif, dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan, efisiensi pembakaran, dan dampaknya terhadap lingkungan.
Di sektor pemberdayaan ekonomi, Asnidar memperoleh penghargaan atas kiprahnya sebagai pelaku usaha dodol Aceh. Kehadirannya menjadi representasi perempuan muda yang berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat melalui kegiatan kewirausahaan.
Peran pelaku UMKM seperti Asnidar dinilai penting dalam memperkuat ekonomi lokal, menciptakan peluang usaha, serta mendorong tumbuhnya semangat kemandirian ekonomi di kalangan generasi muda, khususnya perempuan.
Sementara itu, penghargaan kepada Prithi Riski Dewi sebagai jurnalis perempuan menjadi pengakuan terhadap peran pemuda dalam bidang informasi, komunikasi, dan jurnalistik.
Melalui profesinya, Prithi menjadi bagian dari generasi muda perempuan yang mengambil peran dalam menyampaikan informasi kepada publik, mengangkat berbagai persoalan masyarakat, serta mendorong tumbuhnya kesadaran sosial melalui karya jurnalistik.
Penghargaan kepada jurnalis perempuan ini sekaligus menegaskan bahwa inovasi dan kontribusi pemuda tidak hanya terbatas pada penciptaan teknologi atau pengembangan usaha, tetapi juga mencakup gagasan, kreativitas, dan pengabdian dalam membangun masyarakat yang semakin informatif dan kritis.(Zal)
