Dandim Aceh Selatan Sidak Dapur MBG pada Pukul 03.00 Dini Hari, Ada apa?

Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., sidak sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Di tengah kesibukan menyiapkan makanan, Senin (28/9/2026). DOK/ PENDIM ACEH SELATAN

Kabarnanggroe.com, Tapaktuan – Sekitar pukul 03.00 WIB ketika aktivitas di sejumlah dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) mulai berlangsung. Di tengah kesibukan menyiapkan makanan, Dandim 0107/Aceh Selatan Letkol Inf Andrino D.N. Lubis, S.Sos., datang tanpa pemberitahuan untuk melihat langsung prosesnya, Senin (28/9/2026).

Andrino mengecek kondisi dapur, bahan makanan, proses pengolahan hingga makanan yang akan dibagikan kepada penerima manfaat.

Yang menjadi perhatiannya bukan hanya makanan yang sudah siap. Kebersihan tempat, peralatan memasak dan personel yang mengolah makanan juga ikut diperiksa.
“Yang paling utama adalah kebersihan dan higienitas. Mulai dari bahan yang digunakan, proses pengolahan, peralatan, sampai makanan siap didistribusikan harus benar-benar diperhatikan,” ujar Andrino

Menurut dia, proses penyediaan makanan tidak bisa dilakukan secara serampangan karena makanan tersebut akan dikonsumsi penerima manfaat.

Selain melihat proses di dapur, Andrino berbincang dengan para pengelola. Ia menanyakan kendala yang mereka hadapi selama menyiapkan makanan hingga pendistribusiannya.

Kepada pengelola dapur, ia mengingatkan agar tuntutan waktu tidak membuat kebersihan dan kualitas makanan terabaikan.
“Jangan sampai karena mengejar waktu, aspek kebersihan dan kualitas makanan justru terabaikan. Semua harus berjalan seimbang, karena tujuan utama program ini adalah memberikan makanan yang bergizi, aman dan layak kepada penerima manfaat,” katanya.

Andrino mengatakan kunjungan tersebut merupakan bagian dari pengawasan dan pendampingan terhadap pelaksanaan program MBG di Aceh Selatan.

“Kami hadir untuk melakukan pengawasan dan pendampingan. Ini merupakan bentuk dukungan TNI terhadap program pemerintah. Kita ingin memastikan pelaksanaannya berjalan baik, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sidak berlangsung ketika proses persiapan makanan masih berjalan. Pemeriksaan itu membuat sejumlah aspek di dapur, terutama kebersihan dan higienitas, kembali menjadi perhatian sebelum makanan didistribusikan kepada penerima manfaat.(Ade)

Exit mobile version