Budi Afrizal Wakili Gubernur Aceh pada Peringatan Hari Anak Nasional 2026: Anak Aceh adalah Amanah yang Harus Dijaga Bersama ‎

Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., M.KM., memberikan sambutan hari anak nasional yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026). FOTO/ HUMAS DINSOS

Kabarnanggroe.com, Banda Aceh –  Pemerintah Aceh menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung tumbuh kembang anak sebagai investasi utama menuju masa depan Aceh yang lebih maju. Komitmen tersebut disampaikan dalam Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 Tingkat Provinsi Aceh Tahun 2026 yang digelar di Banda Aceh, Sabtu (25/7/2026).

‎‎Mewakili Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, Kepala Dinas Sosial Aceh Budi Afrizal, S.KM., M.KM., menghadiri kegiatan tersebut sekaligus membacakan sambutan Gubernur. Turut mendampingi Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Usman dan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Mukarramah.

‎‎Peringatan Hari Anak Nasional dihadiri unsur Forkopimda Aceh, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Aceh, Kepala Dinas PPPA kabupaten/kota se-Aceh, Ketua TP PKK kabupaten/kota, Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh, organisasi masyarakat, pegiat perlindungan anak, serta ratusan anak dari berbagai daerah di Aceh yang memeriahkan suasana dengan penuh semangat dan keceriaan.

‎Dalam sambutan Gubernur yang dibacakan Budi Afrizal, ditegaskan bahwa Hari Anak Nasional bukan sekadar agenda seremonial tahunan, melainkan momentum untuk memperkuat kepedulian dan tanggung jawab bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta memberikan perlindungan terbaik bagi generasi penerus bangsa.

‎‎”Hari Anak Nasional mengingatkan kita bahwa setiap anak berhak hidup, tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan, kasih sayang, perlindungan, serta ruang untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya,” ujar Budi Afrizal saat membacakan sambutan Gubernur Aceh.

‎‎Mengusung tema nasional “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, peringatan HAN Tahun 2026 mengajak seluruh elemen masyarakat untuk semakin peduli terhadap tumbuh kembang anak, termasuk dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi dan era digital yang terus bergerak dinamis.

‎‎Dalam sambutan tersebut juga dijelaskan bahwa pelaksanaan Hari Anak Nasional tahun ini mengusung konsep desentralisasi. Perayaan tidak lagi terpusat di satu lokasi, tetapi dilaksanakan hingga tingkat desa, sekolah,  pemerintah daerah, kementerian, dan berbagai lembaga, sehingga semakin dekat dengan kehidupan anak-anak di seluruh Indonesia, termasuk di Aceh.

‎Menurut Gubernur Aceh, pendekatan tersebut diharapkan mampu memperluas partisipasi anak, menghadirkan ruang yang lebih inklusif, serta mendorong lahirnya berbagai kegiatan positif yang sesuai dengan kebutuhan dan lingkungan mereka.

‎‎Lebih lanjut, Gubernur Aceh menilai bahwa anak-anak Aceh memiliki potensi besar untuk menjadi generasi unggul. Berbekal nilai-nilai Islam, adat istiadat, budaya Aceh, serta pendidikan karakter yang ditanamkan sejak dini, anak-anak diharapkan mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati dirinya.

‎‎”Anak-anak Aceh harus tumbuh menjadi generasi yang beriman, berilmu, berkarakter, serta mampu bersaing dengan anak-anak dari berbagai daerah lainnya. Mereka adalah harapan masa depan Aceh dan Indonesia,” demikian pesan Gubernur Aceh yang dibacakan Budi Afrizal.

‎‎Melalui momentum Hari Anak Nasional ini, Pemerintah Aceh mengajak seluruh pemangku kepentingan—mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, lembaga keagamaan, dunia usaha, hingga keluarga—untuk terus memperkuat sinergi dalam menciptakan lingkungan yang aman, ramah, inklusif, dan berpihak pada kepentingan terbaik bagi setiap anak.

‎Komitmen tersebut sejalan dengan visi kepemimpinan Gubernur Aceh Muzakir Manaf dan Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah yang menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai fondasi utama kemajuan daerah. Pemerintah Aceh meyakini bahwa anak-anak yang tumbuh sehat, cerdas, bahagia, dan berakhlak mulia hari ini akan menjadi generasi yang membawa Aceh semakin maju, bermartabat, dan sejahtera di masa depan.

‎‎Menutup sambutan Gubernur, Budi Afrizal menyampaikan ucapan Selamat Hari Anak Nasional ke-42 kepada seluruh anak Indonesia, khususnya anak-anak Aceh.

‎‎”Semoga Hari Anak Nasional menjadi semangat bersama untuk terus memenuhi hak-hak anak, memberikan perlindungan terbaik, serta mempersiapkan generasi Aceh yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tutupnya.

‎‎Peringatan Hari Anak Nasional Tahun 2026 di Aceh berlangsung meriah dengan berbagai penampilan seni, budaya, dan kreativitas anak. Keceriaan yang terpancar dari wajah anak-anak menjadi pengingat bahwa mereka bukan hanya penerima manfaat pembangunan, tetapi juga generasi penerus yang kelak akan menentukan arah masa depan Aceh. Karena itu, menjaga, melindungi, dan membahagiakan setiap anak merupakan tanggung jawab bersama demi terwujudnya Aceh yang lebih maju, bermartabat, dan berkelanjutan.(Hadi)

Exit mobile version