Kabarnanggroe.com, Jakarta – Pasukan angkatan laut AS mencegat sebuah kapal yang dikenai sanksi di Laut Arab pada hari Sabtu sebagai bagian dari blokade ekspor energi Iran oleh pemerintah Donald Trump, menurut Komando Pusat AS.
M/V Sevan termasuk di antara 19 kapal “shadow Fleet” yang dikenai sanksi oleh Departemen Keuangan AS pada hari Jumat karena keterkaitannya “mengangkut energi Iran senilai miliaran dolar, termasuk minyak dan produk gas seperti propana dan butana, ke pasar luar negeri,” kata Komando Pusat dalam sebuah pernyataan.
Pada hari Sabtu, AS mengerahkan helikopter Angkatan Laut untuk mencegat kapal niaga tersebut, yang kemudian mematuhi perintah militer AS untuk kembali menuju Iran dengan pengawalan, menurut Komando Pusat.
Sevan, sebuah kapal tanker yang sebelumnya pernah mengangkut kargo Iran, terlacak pekan ini saat mendekati Selat Hormuz. Kapal tersebut dimiliki dan dikelola oleh Anka Energy & Logistics Co. yang berbasis di Dubai.
Pasukan AS terus melakukan blokade terhadap kapal-kapal yang masuk atau keluar dari pelabuhan Iran, dan sebanyak 37 kapal telah dialihkan sejak langkah tersebut dimulai, kata Komando Pusat.
Presiden Donald Trump sebelumnya pada hari Sabtu membatalkan perjalanan utusan-utusan utamanya ke Pakistan untuk potensi pembicaraan perjanjian terkait dengan Iran, sehingga menimbulkan keraguan atas masa depan gencatan senjata antara kedua pihak.(Muh/*)
